Luruskan niat sempurnakan ikhtiar akhiri dengan tawakal.

Monday, 18 August 2014

Relawan Indonesia Nikahi Gadis Gaza di Tengah Serangan Israel

Dream - Seorang relawan Indonesia dari pesantren Al-Fatah yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), akhirnya berhasil
melangsungkan akad nikahnya di Jalur Gaza, Minggukemarin.

Muhammad Husein bin Aji Muslim meminang seorang muslimah asal Khan Younis, selatan Gaza bernama
Jinan Ar-Raqb kurang dari sebulan sebelumnya, dimana pernikahan itu sempat tertunda menyusul perang
yang masih berkecamuk di Gaza awal Agustus lalu. Akad nikah di masa gencatan senjata Palestina dan Israel ini berlangsung sederhana di Kantor Urusan Agama Kota Gaza dan dihadiri ayah pengantin wanita. Sedangkan Muhammad Husein didampingi para
relawan MER-C diantaranya ketua MER-C cabang Gaza, Muqarrabin Al-Fikri, Reza Ardila, Lutfhi, dan Nur
Ikhwan Abadi.

Akad langsung dipimpin ayah pengantin wanita Fauzi Ar-Raqb. Suasana khidmat dan khusuk terlihat dalam acara tersebut.
Muhammad Husein mengaku bahagia bisa melangsungkan pernikahannya dengan muslimah di
Gaza. " Alhamdulillah impian saya menjadi nyata, dan ini merupakan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala , saya dapat menikahi muslimah dari Gaza," katanya
kepada Mi'raj Islamic News Agency (MINA) dikutip Dream.co.id , Senin 18 Agustus 2014.

Husein berharap pernikahan dia bisa menjadi perekatukhuwah Islamiyah antar muslimin di Indonesia dan
Gaza. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya, baik dengan moril atau pun materiil". Jinan Ar-Raqb istri dari Muhammad Husein juga
menyatakan kebahagiaanya atas keberlangsungan pernikahannya.

"Saya sangat bahagia atas pernikahan ini, dan semoga
Allah memberkahi kami berdua. Semoga pernikahan kami menjadi awal kemenangan Palestina dari
penjajahan Israel," ujar Jinan.
Anak kelima dari keluarga Fauzi Ar-Raqb itu juga mendoakan semoga akan banyak lagi pemuda-pemuda
dari Indonesia yang menikahi muslimah di Gaza.

Awal Mula Bertemu Muhammad Husein masuk ke jalur yang diblokade itu sejak awal 2011 melalui kafilah Asia Caravan to Gaza. Kemudian mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Islamic University of Gaza (IUG) jurusan Syari’ah Islamiyah dan sekarang memasuki tahun terakhir.

Sementara Jinan, muslimah Gaza yang disebut ibunya sebagai 'wanita spesial' itu lahir pada 11 Mei 1996. Ia menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz pada program tahfidzul Qur’an rutin di Gaza Taaj al-Waqar pada 2010. Ia juga juara lomba menghafal 300 hadits Nabawi
pada 2012. Di usianya yang relatif muda, 18 tahun, Jinan berhasil menulis 20 novel karangannya sendiri.

Perkenalan Husein dengan keluarga pengantin wanita terjadi pada 2011 ketika hendak mendaftar sebagai calon mahasiswa di IUG. Ayah Jinan merupakan seorang staf adminsitrasi di kampus tersebut.

Perkenalan berlanjut hingga Muhammad Husein diundang secara khusus oleh Fauzi ke kediaman mereka di daerah Bany Suhaila Khan Younis. Terjadilah perkenalan antara Husein dan Jinan dan berselang waktu, keduanya direstui oleh keluarga untuk melangsungkan pernikahan, namun harus menunggu selesainya Jinan di masa sekolah pendidikan menengah atas terlebih dahulu. Setelah menunggu sekitar 2,5 tahun akhirnya Husein dan Jinan melangsungkan pernikahannya tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69.
(Ism)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...