Luruskan niat sempurnakan ikhtiar akhiri dengan tawakal.

Thursday, 24 November 2016

SMA 1 Kota Bangun, Juara Sekolah Sehat di Kaltim

Tanpa Cleaning Service, 70 Persen Lahan Hijau

PENDIDIKAN: Guru-guru SMA 1 Kota Bangun kompak membangun kesadaran pentingnya tempat belajar mengajar yang sehat dan nyaman.

 SMA 1 Kota Bangun terbaik dalam kategori sekolah sehat di Kaltim. Dalam waktu dekat, sekolah tersebut akan mewakili Benua Etam di ajang serupa tingkat nasional. Lantas, apa kelebihan sekolah di pelosok Kukar itu?

MUHAMMAD RIFQI, Tenggarong

JIKA Anda seorang perokok, jangan coba-coba merokok di lingkungan SMA 1 Kota Bangun. Terlebih, membuang sampah sembarangan, karena ada ratusan siswa dan puluhan guru yang siaga “mengeroyok” untuk menegur Anda.

Guru dan pelajar itu memang sudah dibentuk karakternya. Bagi mereka, hidup sehat bukan lagi menjadi kewajiban, melainkan kebutuhan yang wajib dijaga. Pantas, tim penilai dari Provinsi Kaltim, memberikan skor tertinggi kepada SMA 1 Kota Bangun.

Lokasi SMA 1 Kota Bangun sekitar 140 kilometer dari Samarinda, atau 85 kilometer dari Tenggarong. Kota Bangun menjadi salah satu kecamatan di hulu Mahakam yang jauh dari hiruk-pikuk suasana kota. Namun, sekolah tersebut tak minder dan justru percaya diri bersaing dengan sekolah-sekolah lain, khususnya di perkotaan.

Penilaian sekolah sehat tak hanya meliputi infrastruktur, tapi juga pembentukan karakter seluruh penghuni sekolah untuk hidup sehat. “Perilaku orang-orang di lingkungan sekolah juga dinilai,” terang Kepala SMA 1 Kota Bangun Fadli Yulizannur.

Dia menceritakan, prestasi SMA 1 bukan hanya predikat sekolah sehat. Sebelumnya, sekolah di atas lahan seluas 2,8 hektare itu menjadi juara sekolah sehat level kabupaten. Pada Agustus lalu, Fadli menerima langsung penghargaan dari Bupati Kukar Rita Widyasari.

Secara otomatis, SMA 1 mewakili Kukar dalam ajang serupa di level provinsi. Peluang mewakili Kaltim pun terbuka lebar. Upaya sekolah itu mewujudkan lingkungan yang sehat dilakukan selama tiga tahun terakhir.

Pada 2014 dan 2015, SMA 1 Kota Bangun tercatat sebagai runner up sekolah sehat se-Kukar. Tahun ini, mereka juara. Fadli menjelaskan, perjuangan meraih sekolah sehat tidak mudah. Yang paling utama dilakukannya adalah menanamkan pola pikir peduli terhadap lingkungan. Sebelum mengajak anak didiknya peduli, dia beserta para guru lebih dulu mencontohkan sikap peduli tersebut.
Misalnya, dia tak sungkan ikut gotong royong membersihkan lingkungan setempat. Termasuk menanam pohon dan tanaman hijau lain. Berikutnya, para anak-anak didik mengelola taman yang mereka buat. Dijaga agar tetap asri sepanjang tahun.

Tak tanggung-tanggung, dari 2,8 hektare area sekolah, 70 persennya sudah dihijaukan.  “Saya membebaskan anak-anak untuk menanam pohon, bahkan berkebun di lingkungan sekolah. Mereka akhirnya berlomba-lomba membuat tanaman dan mereka rawat menjadi yang terbaik,” katanya.

 

 SUMBER

 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...