Luruskan niat sempurnakan ikhtiar akhiri dengan tawakal.
Showing posts with label RUQYAH. Show all posts
Showing posts with label RUQYAH. Show all posts

Sunday, 19 May 2013

Mendeteksi Keberadaan Jin


Konsultasi tentang pananganan Islami terhadap gangguan jin, perdukunan, sihir, dan sejenisnya. Diasuh oleh Ust. Budi Ashari dari Majalah Ghoib, Jl. Percetakan Negara VII No. 13, Telp. 021-4241241

Assalamu'alaikum wr wb

Bagaimana mendeteksi keberadaan jin (misalnya di rumah kita), apa tanda-tanda seseorang kemasukan jin?

Wahyu
Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah.

Saudara Wahyu,
Tidak ada cara atau alat yang bisa mendeteksi keberadaan jin. Karena sesungguhnya jin adalah makhluk ghaib yang tidak mungkin dilihat oleh manusia (Qs. Al A'raf:27). Maka tidak ada manusia yang bisa melihat jin. Jika ada manusia yang mempunyai kemampuan melihat jin, maka orang tersebut sedang bermasalah. Baik karena dia mempunya jin dari warisan ataupun jin hasil dia belajar. Kemampuan ini dalam Islam dilarang untuk dimiliki dan masuk dalam kategori bekerja sama dengan jin yang menyesatkan (Qs Al Jin:6).

Untuk itu, tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan jin. Jangan minta bantuan orang yang mempunyai ilmu terawang. Karena jika Anda meminta bantuan, berarti Anda telah meminta bantuan dukun yang dalam Islam merupakan dosa besar bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Yang bisa diketahui adalah tanda-tanda keberadaan jin. Umpamanya, jin yang menampakkan diri pada seseorang di rumah atau di tempat tertentu. Atau anggota rumah atau kantor yang sering kehilangan uang sementara menurut perkiraan, sangat tidak mungkin kalau orang yang mencuri. Atau orang sering kesurupan kalau memasuki tempat tersebut. Itu adalah bagian dari indikasi gangguan jin di tempat tersebut. Jika sudah ada gangguan, maka Ruqyah Syar'iyyah adalah solusi Islaminya. Adapun jika tidak ada gangguan di rumah atau tempat Anda, maka untuk apa dilakukan pendeteksian.

Demikian juga masalah deteksi jin pada diri seseorang. Tidak ada orang yang bisa melihat keberadaan jin dengan pasti dalam tubuh seseorang. Kalau ada orang yang bisa mendeteksi dengan pasti, maka orang tersebut juga mempunyai jin yang tidak boleh dimintai bantuan. Yang bisa kita lihat di awal adalah indikasinya. Sementara untuk memastikan keberadaan jin dalam tubuh seseorang adalah dengan Ruqyah Syar'iyyah. Satu-satunya cara Islami yang diajarkan Islam untuk menangani segala kasus yang berhubungan dengan jin.

Sebagian indikasi orang yang dimasuki jin adalah sebagai berikut:
  1. Gejala waktu terjaga, di antaranya adalah:
    • Badan terasa lemah, loyo, dan tidak ada gairah hidup
    • Berat dan malas untuk beraktifitas, terutama untuk beribadah kepada Allah
    • Banyak mengkhayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri
    • Tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab
    • Sering merasa ada getaran, hawa dingin, atau panas, kesemutan, berdebar, dan sesak napas saat membaca Alquran
  2. Gejala waktu tidur, di antaranya adalah:
    • Banyak tidur dan ngantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab
    • Sering 'tindihan' dan mengigau dengan kata-kata kotor
    • Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi
    • Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi
    • Mimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala, yang seakan-akan menyerangnya
    • Mimpi ditemui jin yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu
    • Saat tidur merasa seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitikinya dan menendangnya
Demikian Saudara Wahyu, masalah pendeteksian keberadaan jin. Semoga Allah melindungi kita semua.

Wallahu A'lam

Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.

Ilmu Kebal yang Diajarkan Kiyai






Konsultasi tentang pananganan Islami terhadap gangguan jin, perdukunan, sihir, dan sejenisnya. Diasuh oleh Ust. Budi Ashari dari Majalah Ghoib, Jl. Percetakan Negara VII No. 13, Telp. 021-4241241


Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Di daerah saya banyak yang belajar ilmu kekebalan dari seorang kyai dengan cara puasa dan membaca bacaan-bacaan al-Qur'an.

1. Apa hukumnya belajar ilmu kekebalan, halal atau haram?
2. Apa bedanya ilmu kesaktian yang dimiliki oleh kyai tersebut dengan mukjizat atau karomah?

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Purwanto

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah.

Saudara Purwanto yang baik, di negeri yang kita cintai ini Islam sering tampil dengan wajah yang buram. Yang sering memperparah suasana tersebut adalah ketika tokoh agama ikut memelopori kegiatan yang tidak sah secara syariat. Sementara masyarakat kita sering kali hanya melihat atribut ketokohan tersebut tanpa melihatnya dari sisi ilmu. Maka banyak sekali yang tertipu dan tersesat.

Seperti yang terjadi di tempat saudaraku Purwanto. Ilmu kekebalan adalah ilmu syetan yang tidak pernah ada ajarannya dari Rasulullah, para shahabat, tabiin, ulama fiqih yang empat dan ulama terkenal lainnya. Kalau kekebalan adalah ilmu baik pasti kita jumpai ajarannya dalam literatur Islam. Apalagi bisa dipakai untuk berjihad. Tetapi karena ini bukan ilmu yang baik, maka tidak diajarkan dalam Islam.

Tentu kita ingat bagaimana gigi nabi patah, pipi beliau tertusuk pecahan besi tameng, kaki beliau berdarah-darah dalam perang Uhud yang menunjukkan bahwa beliau tidaklah kebal. Demikian juga para shahabat, tiga Khulafaur Rasyidin Umar, Utsman, Ali meninggal di ujung senjata.

Apalagi kalau dilihat dari cara pembelajaran ilmu tersebut, jelas bahwa ilmu kekebalan adalah ilmu hasil kerjasama dengan jin. Pernah suatu saat, datang ke kantor Majalah Ghoib orang yang mengaku kebal. Seorang ustadz mengambil silet dan membacakan ayat kursi untuk mengiris tangannya. Orang tersebut langsung mundur dan berkata, "Kalau begini caranya, saya pasti terluka." Nah, mengapa? Karena jin yang membantunya kabur mendengar ayat kursi dan dia kembali seperti manusia normal yang terluka jika terkena benda tajam.

Adapun tokoh kyai yang mengajarkan, sebenarnya orang yang bukan kyai sekalipun cara mengajarkannya hampir bermiripan, ada puasa, shalat, bacaan bahasa Arab dan sebagainya. Kalau yang mengajarkan kekebalan bukan kyai kita bisa langsung ragu, tetapi ketika yang mengajarkan kyai mengapa tiba-tiba kita langsung percaya. Padahal ilmunya sama, paling tidak hasilnya, kebal. Yang beda adalah istilah yang digunakan, seringkali ilmu yang diajarkan kyai disebut ilmu putih. Dan ini penipuan istilah. Yang benar adalah sihir putih. Dan ketahuilah walaupun putih tetap sihir.

Adapun, apakah ilmu kyai tersebut karamah, mukjizat atau sihir. Bisa dipastikan bahwa ilmu kyai tersebut adalah sihir. Karena mukjizat sudah tidak ada lagi hari ini, mengingat mukjizat hanyalah diberikan kepada para Nabi dan Rasul. Sedangkan salah satu ciri karamah adalah tidak bisa dipelajari dan tidak bisa pula diajarkan. Maka jelas sekali bahwa kesaktian kyai itu adalah sihir.

Saudaraku, telah diserahkan rompi antakusuma lebih dari satu, yang kata pemiliknya yang telah taubat rompi tersebut bisa menahan peluru. Demikian juga orang-orang yang dulu mengaku kebal telah banyak yang diruqyah untuk dihilangkan ilmu syetan tersebut. Maka semoga jejak orang-orang bertaubat itu segera diikuti oleh siapa pun yang belajar atau yang mengajarkan ilmu kebal di daerah saudara.

Wallahu A'lam

Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...