Luruskan niat sempurnakan ikhtiar akhiri dengan tawakal.
Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Thursday, 24 November 2016

SMA 1 Kota Bangun, Juara Sekolah Sehat di Kaltim

Tanpa Cleaning Service, 70 Persen Lahan Hijau

PENDIDIKAN: Guru-guru SMA 1 Kota Bangun kompak membangun kesadaran pentingnya tempat belajar mengajar yang sehat dan nyaman.

 SMA 1 Kota Bangun terbaik dalam kategori sekolah sehat di Kaltim. Dalam waktu dekat, sekolah tersebut akan mewakili Benua Etam di ajang serupa tingkat nasional. Lantas, apa kelebihan sekolah di pelosok Kukar itu?

MUHAMMAD RIFQI, Tenggarong

JIKA Anda seorang perokok, jangan coba-coba merokok di lingkungan SMA 1 Kota Bangun. Terlebih, membuang sampah sembarangan, karena ada ratusan siswa dan puluhan guru yang siaga “mengeroyok” untuk menegur Anda.

Guru dan pelajar itu memang sudah dibentuk karakternya. Bagi mereka, hidup sehat bukan lagi menjadi kewajiban, melainkan kebutuhan yang wajib dijaga. Pantas, tim penilai dari Provinsi Kaltim, memberikan skor tertinggi kepada SMA 1 Kota Bangun.

Lokasi SMA 1 Kota Bangun sekitar 140 kilometer dari Samarinda, atau 85 kilometer dari Tenggarong. Kota Bangun menjadi salah satu kecamatan di hulu Mahakam yang jauh dari hiruk-pikuk suasana kota. Namun, sekolah tersebut tak minder dan justru percaya diri bersaing dengan sekolah-sekolah lain, khususnya di perkotaan.

Penilaian sekolah sehat tak hanya meliputi infrastruktur, tapi juga pembentukan karakter seluruh penghuni sekolah untuk hidup sehat. “Perilaku orang-orang di lingkungan sekolah juga dinilai,” terang Kepala SMA 1 Kota Bangun Fadli Yulizannur.

Dia menceritakan, prestasi SMA 1 bukan hanya predikat sekolah sehat. Sebelumnya, sekolah di atas lahan seluas 2,8 hektare itu menjadi juara sekolah sehat level kabupaten. Pada Agustus lalu, Fadli menerima langsung penghargaan dari Bupati Kukar Rita Widyasari.

Secara otomatis, SMA 1 mewakili Kukar dalam ajang serupa di level provinsi. Peluang mewakili Kaltim pun terbuka lebar. Upaya sekolah itu mewujudkan lingkungan yang sehat dilakukan selama tiga tahun terakhir.

Pada 2014 dan 2015, SMA 1 Kota Bangun tercatat sebagai runner up sekolah sehat se-Kukar. Tahun ini, mereka juara. Fadli menjelaskan, perjuangan meraih sekolah sehat tidak mudah. Yang paling utama dilakukannya adalah menanamkan pola pikir peduli terhadap lingkungan. Sebelum mengajak anak didiknya peduli, dia beserta para guru lebih dulu mencontohkan sikap peduli tersebut.
Misalnya, dia tak sungkan ikut gotong royong membersihkan lingkungan setempat. Termasuk menanam pohon dan tanaman hijau lain. Berikutnya, para anak-anak didik mengelola taman yang mereka buat. Dijaga agar tetap asri sepanjang tahun.

Tak tanggung-tanggung, dari 2,8 hektare area sekolah, 70 persennya sudah dihijaukan.  “Saya membebaskan anak-anak untuk menanam pohon, bahkan berkebun di lingkungan sekolah. Mereka akhirnya berlomba-lomba membuat tanaman dan mereka rawat menjadi yang terbaik,” katanya.

 

 SUMBER

 


Saturday, 9 March 2013

Download Dokumen Kurikulum 2013


Begitu banyaknya informasi yang tidak jelas sumbernya mengenai kurikulum 2013 tentunya membuat banyak orang bingung. Sebaliknya pihak kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri hingga saat ini belum mengeluarkan informasi yang pasti mengenai kurikulum 2013 tersebut.

Termasuk beberapa postingan saya sebelumnya yaitu Download Paduan Bintek Implementasi Kurikulum 2013 dan Kompetensi Dasar pada Struktur Kurikulum 2013 Tingkat SMA saya peroleh dari beberapa sumber yang bukan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena dalam situsnya kemendikbud belum tersedia dokumen resminya.

Daftar dokumen di bawah ini adalah yang paling terakhir yang bisa kami temukan, namun belum tentu versi terakhir yang ada dan diakui Kemdikbud. Kami mencari informasi tentang dokumen terakhir Kurikulum 2013 melalui rekan di dalam Kementerian atau di dalam tim pengembangan dan tim narasumber Kurikulum 2013. Merekapun memiliki dokumen yang berbeda-beda versinya.


Semoga pihak Kemdikbud bisa segera mengumumkan dan membuka versi terakhir dokumen Kurikulum 2013 melalui jalur resminya. Berikut ini adalah beberapa dokumen dari kurikulum 2013 yang dapat anda download pada link berikut ini, antara lain :
1. Presentasi Pengembangan Kurikulum 2013 Kepada Wapres tanggal 13 November 2012
2. Desain Induk Kurikulum 2013 versi tanggal 15 Januari 2013
3. Presentasi pada Rapat Dengar Pendapat dengan DPR tanggal 19 Februari 2013
4. Dokumen Kurikulum 2013
5. Pedoman Pemberian Bantuan Implementasi Kurikulum 2013
6. Kompetensi Dasar – Sekolah Dasar
7. Kompetensi Dasar – Sekolah Menengah Pertama
8. Kompetensi Dasar – Sekolah Menengah Atas
9. Dokumen Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Lengkap SD, SMP, SMA versi 3-4 Maret 2013 lengkap (ZIP, 3+ MB)

Demikian beberapa informasi tentang dokumen kurikulum 2013 yang berhasil saya himpun, semoga bermanfaat…sumber

Thursday, 28 February 2013

MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN

 KETERAMPILAN MEMBUKA DAN  MENUTUP PELAJARAN

Membuka Pelajaran
Kalimat-kalimat awal yang diucapkan guru merupakan penentu keberhasilan jalannya seluruh pelajaran. Tercapainya tujuan pengajaran bergantung pada metode mengajar guru di awal pelajaran. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru gagal dalam memperkenalkan pelajaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menetapkan sikap dan minat yang benar di antara anggota kelas.
Hubungan dengan Kelas
Ada banyak hal yang masih memikat perhatian murid di luar ruangan kelasnya. Hal tersebut dapat membuat murid tidak memerhatikan pelajaran yang disampaikan. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat menetapkan titik hubungan antara murid dan pelajaran yang disampaikan. Pembukaan pelajaran harus sesuai dengan minat dan kebutuhan murid. Guru juga harus dapat membangkitkan minat belajar sampai murid dapat memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. Pembukaan pelajaran dengan metode yang terbaik pun tidak akan ada manfaatnya jika tidak mampu membawa murid untuk memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran.
Berikut ini beberapa cara yang dapat membangkitkan minat dan perhatian murid saat guru mulai mengajarkan pelajarannya.
1. Berita-berita terkini
Berita terkini yang sedang marak dibicarakan atau sedang menjadi perhatian dalam masyarakat dapat dipakai untuk mendapatkan minat murid. Murid-murid kelas besar biasanya membaca surat kabar, majalah, mendengarkan radio, dan menonton televisi. Mereka memunyai perhatian pada banyak hal. Guru bisa mendapatkan berita-berita terkini melalui media-media tersebut. Untuk murid- murid kelas kecil, mereka biasa menanggapi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan sekolah atau permainan mereka. Guru yang sangat mengetahui aktivitas murid-muridnya sepanjang minggu itu pasti tidak akan menemukan kesulitan dalam hal ini. Adapun informasi tersebut dapat berupa kegiatan murid sepanjang minggu yang bisa diperoleh dengan menanyakannya pada murid.
2. Cerita dan Lukisan
Sebuah cerita yang diceritakan dengan metode yang baik akan membangkitkan dan mempertahankan minat murid terhadap pelajaran yang sedang disampaikan. Sebuah gambar atau benda bisa sangat menarik perhatian anak. Lukisan dari kehidupan sehari-hari merupakan pilihan yang baik untuk menarik minat dan menanamkan sebuah kebenaran kepada mereka.
3. Laporan Tentang Tugas-tugas
Umumnya, manusia lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri. Oleh karena itu, usahakan untuk membahas pekerjaan rumah murid di awal pelajaran. Kegiatan tersebut bisa menambah semangat murid untuk memulai pelajaran. Selain itu, dengan membahas tugas-tugas yang sudah murid kerjakan di rumah, perhatian kelas dapat diarahkan kepada makna dan pentingnya belajar sendiri. Jangan lupa untuk menyatakan penghargaan atas usaha murid-murid yang telah belajar di rumah.
4. Persoalan Yang diandalkan
Persoalan atau pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam pelajaran hendaknya merupakan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan murid. Misalnya, “Apa yang akan kaukatakan seandainya ada orang yang bertanya mengapa engkau pergi ke gereja?” atau “Apa yang kau lakukan seandainya kamu disalahkan atas perbuatan yang tidak kamu lakukan?” Persoalan harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga mengarah pada pelajaran yang akan disampaikan.
5. Pemakaian Alat Peraga
Sebuah gambar, peta, benda, atau alat peraga yang lain dapat digunakan secara efektif untuk menumbuhkan minat murid terhadap pelajaran.
6. Menghubungkan Pelajaran
Saran-saran berikut ini merupakan cara-cara yang efektif untuk mengenalkan sebuah pelajaran.
a. Hubungkan pelajaran dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya
Setiap pelajaran baru yang diajarkan merupakan bagian dari kurikulum yang sudah ditetapkan. Pelajaran itu harus dihubungkan dengan pelajaran-pelajaran lain agar menarik perhatian murid dan menajamkan pengertian mereka terhadap rangkaian pelajaran tersebut. Pelajaran dalam pertemuan sebelumnya harus diulang untuk dihubungkan dengan pelajaran yang baru. Hal ini juga dapat menolong murid untuk mengetahui hubungan antara pelajaran- pelajaran yang telah disampaikan dengan materi pelajaran yang  lalu  . Metode untuk menghubungkan pelajaran yang sekarang dengan pelajaran sebelumnya harus divariasikan. Seorang guru tidak akan kehilangan waktu mengajarnya bila mengulang pelajaran sebelumnya. Jika seorang guru memunyai waktu 35 menit untuk mengajar, gunakan waktu lima menit pertama untuk menetapkan titik hubungan.
b. Umumkan pokok pelajaran secara wajar
Tidak perlu mengumumkan pokok pelajaran secara resmi. Yang penting adalah bagaimana kita dapat menyajikannya dengan lebih menarik, tetapi penuh dengan keterangan. Penyampaian pokok pelajaran harus menarik minat murid seperti halnya penyampaian pokok berita dalam sebuah surat kabar.
c. Nyatakan sasaran dan tujuan pelajaran
Banyak pendapat mengenai penyampaian sasaran dan tujuan pelajaran kepada murid. Ada yang berpendapat, sebaiknya hal tersebut disampaikan di akhir pelajaran. Ada juga yang berpendapat untuk menyampaikannya di awal pelajaran. Tidak semua pelajaran harus dilakukan dengan cara yang sama. Jika pelajaran tersebut, misalnya mengenai larangan minuman keras dalam ajaran Islam  misalnya,  lebih baik sasaran dan tujuan disampaikan di awal pelajaran.
d. Garis besar harus jelas
Menyampaikan pokok pikiran atau garis besar pelajaran untuk menarik perhatian sangatlah penting. Penyampaian ini seperti halnya penyampaian tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dapat menarik minat para pembaca untuk melihat lebih lanjut tulisan-tulisan dalam surat kabar tersebut. Garis besar pelajaran bisa disampaikan dengan lengkap atau hanya ringkasannya saja.

Menguraikan Pelajaran
Setelah memperkenalkan pelajaran, guru harus mengajarkan pelajaran sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Mutu persiapan dapat terlihat pada waktu pengajaran itu disampaikan. Satu hal yang perlu diingat, jika tidak ada murid yang belajar dari pengajaran tersebut, itu berarti guru belum mengajarkan pelajaran itu. Evaluasi yang terbaik bukanlah apa yang dikatakan guru, tetapi apa yang dipelajari oleh murid.
Merangsang Pikiran
Mengajukan pertanyaan merupakan metode yang efektif untuk merangsang pikiran murid. Pancing murid untuk memikirkan sedalam mungkin setiap uraian yang disampaikan oleh guru. Pengujian murid secara teratur bisa menjaga perhatian murid untuk tetap tajam sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana murid mendapat manfaat dari pelajaran itu.
Satu cara untuk menuntun pikiran adalah dengan menerapkan pola pemikiran yang deduktif. Pola ini dimulai dengan guru menyebutkan satu prinsip atau pernyataan umum yang diikuti sejumlah lukisan atau ilustrasi. Kemudian libatkan murid dengan meminta mereka mencari contoh-contoh selanjutnya dari kehidupan mereka sendiri.
Doronglah Pengungkapan
Selain dirangsang untuk berpikir, murid juga perlu didorong untuk mengungkapkan pikirannya. Doronglah murid dengan menolong mereka mengemukakan penafsiran dan pengertiannya sendiri mengenai pelajaran itu. Cara yang terbaik untuk melaksanakan hal ini ialah dengan metode pengajaran induktif. Mula-mula guru mendapat bantuan murid untuk mengumpulkan fakta atau ilustrasi yang ada hubungannya dengan pelajaran. Sebagai hasilnya, murid-murid akan dapat menemukan hukum- hukum, prinsip-prinsip umum, atau tujuan pelajaran itu sendiri. Pengetahuan atau pengalaman murid-murid dapat dipakai untuk mencapai prinsip ini.
Menerapkan Kebenaran
Guru perlu membimbing murid-muridnya dalam keadaan khusus di mana murid harus mempraktikkan prinsip-prinsip iman Kristen mereka. Hal ini bisa membawa pertumbuhan rohani yang baik bagi murid. Guru yang terus-menerus menitikberatkan penerapan maupun pengetahuan yang diperoleh murid dapat membawa murid-muridnya belajar dan menerapkan pelajaran itu pada pilihan, tingkah laku, tindakan, sikap, dan keseluruhan hidup rohani mereka.


MENUTUP PELAJARAN
Jangan akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan suatu penutup yang tidak tergesa-gesa dan juga dengan doa sekitar tiga sampai lima menit.
1. Merangkum Pelajaran
Sebagai penutup, hendaknya guru memberikan ringkasan dari pelajaran yang sudah disampaikan. Ringkasan pelajaran sudah tidak lagi berupa diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran, tetapi berisi ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan menekankan fakta dasar pelajaran tersebut. Misalnya, kebenaran- kebenaran yang penting dalam pelajaran, pelajaran praktis yang telah diajarkan.
2. Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya
Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan rencana pelajaran berikutnya. Guru dapat memberikan kilasan pelajaran untuk pertemuan berikutnya. Diharapkan hal ini dapat merangsang keinginan belajar mereka.
Sebelum kelas dibubarkan, ungkapkanlah pelajaran yang akan disampaikan minggu depan dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat mengambil bagian dalam pelajaran mendatang.
3. Bangkitkan minat
Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan berikutnya dengan penuh semangat. Oleh karena itu, biarkan murid pulang ke rumah mereka dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang mengesankan, yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Sama seperti seorang penulis yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung, yang membuat pembaca ingin segera tahu bab berikutnya. Dengan cara yang sama, guru dapat mengakhiri pelajarannya dengan penutup yang “berklimaks” sehingga seluruh kelas menantikan pelajaran berikutnya dengan tidak sabar.
4. Memberikan tugas
Tugas-tugas harus direncanakan dengan saksama, bahkan sebelum pelajaran dimulai. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota kelas.
Daftar Pustaka
Brown, George. Micro Teaching: A Programme of Teaching Skills. New York: Metheuen Inc., 1984
Cole, G. Peter and Lorna K.S. Chan. Teaching Principles and Practice. New York: Prentice Hall, 1990
Jacobsen, David, Paul Eggen and Donald Kauchak. Methods for Teaching: A Skills Approach. Ohio: Merril Publishing Company, 1989
Wiryawan, Sri Anitah dan Noorhadi. Strategi Belajar Menagajar. Jakarta: UT, 1999

Wednesday, 27 February 2013

PENTING... !!! Bagaimana Memikat Siswa Sejak Awal Hingga Akhir Pelajaran

 
“Kesan Pertama Begitu Menggoda... Selanjutnya terserah Anda”, masih ingat bunyi iklan tersebut?. Apakah Anda setuju? Ya..kesan pertama sangat penting untuk mendapatkan perhatian lebih selanjutnya.

Begitu pula dalam mengajar di kelas, pembukaan menjadi sangat penting karena dapat menentukan proses kegiatan belajar-mengajar selanjutnya. Pembukaan memberikan impact bagi siswa untuk masuk dalam kondisi pikiran yang dibutuhkan untuk percepatan belajar (Accelerated Learning), ketika pembukaan menarik, rasa ingin tahu siswa meningkat, siswa menjadi lebih termotivasi mengikuti pelajaran selanjutnya sehingga mudah menyerap pelajaran, percaya kepada guru dan materi yang disampaikan, kesediaan menyimak dan terhindar dari gangguan fokus.

Namun, jika awal pembukaan tidak menarik bisa jadi sebaliknya. Siswa mudah bosan, malas dan akhirnya mengalami hambatan dalam menyerap pelajaran.

Apa saja yang sebaiknya Anda lakukan untuk membuat opening begitu memikat?
1. Perkenalan / Salam / Senyum
Saya yakin, setiap saat memulai pelajaran Anda pasti mengucapkan salam terlebih dahulu, namun sudahkah Anda memberikan “greeting power” pada salam yang Anda ucapkan?

Apa itu Greeting Power?

Didalam NLP kita mengenal istilah “I Go FIRST”. Jika Anda ingin membuat suasana kelas menyenangkan, maka Anda harus berfikir dan merasa senang terlebih dahulu didalam diri Anda, dan hal itu akan memancar keseluruh orang disekitar Anda.


Pada saat pertama kali masuk kelas, alangkah baiknya jika Anda tersenyum dengan tulus. Salam yang penuh energi cinta, sambil Anda mengucapkan salam, rasakan dan bayangkan energi kasih sayang memancar dari dalam diri Anda kepada siswa-siswa Anda, dan mereka menerimanya kemudian memancarkannya kembali kepada Anda ketika menjawab salam Anda. Semakin tulus Anda mengucapkannya semakin kuat energi yang terpancar dan semakin besar pula rasa kasih sayang yang diberikan kembali oleh siswa Anda.

 Anda bisa mengucapkan kalimat salam pembuka seperti ini :
“Assalamualaikum/Selamat pagi anak-anak...(sambil tersenyum dan posisi kedua telapak tangan Anda terbuka). Senang sekali Bapak/Ibu hari ini bertemu lagi dengan kalian yang setiap hari semakin bersemangat dan rajin.” (saat mengatakan “senang sekali” gerakkan dan tempelkan kedua telapak tangan Anda didada Anda sambil tersenyum).
Nah...dengan memadukan rasa dengan ucapan Anda, maka salam yang Anda ucapkan memiliki power atau kekuatan yang luar biasa.  Itulah yang disebut dengan Greeting Power.
2. Beri Apresiasi
Pada dasarnya manusia senang dipuji. Tentunya dengan pujian yang jujur dan tulus. Pujian berarti memberi penghargaan pada segala hal yang dilakukan oleh siswa, baik ketika siswa itu telah berhasil ataupun belum.


Pada saat opening, setelah mengucapkan salam maka perkuat “state of mind” atau kondisi pikiran siswa untuk siap masuk dalam materi pelajaran dengan memberi apresiasi pada apa yang telah mereka capai dan memberi semangat jika hal itu belum tercapai.

Anda bisa memberi apresiasi seperti ini:
“Hebat sekali..minggu lalu kalian telah mengerjakan tugas kalian dengan baik, dan hari ini Bapak/Ibu lihat kalian semakin segar dan bersemangat”.
Jika siswa belum mencapai seperti yang diinginkan, Anda bisa beri apresiasi dan support seperti ini: 
“Bapak/Ibu tahu kalian telah melakukan yang terbaik..maka dari itu Bapak/Ibu bangga pada kalian. Nah hari ini kalian bisa lakukan lebih baik daripada kemarin. Bapak/Ibu yakin kalian BISA”.

3. Setting state of mind / membawa ke kondisi pikiran tertentu.
Dalam pembelajaran, State of mind adalah segalanya. Ketika masuk kelas, belum semua siswa siap untuk menerima pelajaran. Sebagian masih memikirkan mainannya, tugas, teman-temannya dan hal lain diluar pelajaran.

Sebagian siswa mungkin pikirannya overload dengan hal-hal lain yang dapat memecah fokus belajarnya. Maka dari itu, seorang guru harus mampu membawa kondisi pikiran siswa untuk masuk dalam kondisi siap untuk belajar.

State of mind yang perlu dibangun sebelum memulai pembelajaran adalah state of mind:
- Fokus
- Fun
- Rasa ingin tahu yang tinggi
- Mudah menyerap informasi
- Partisipatif

Bagaimana caranya setting state of mind?
A. Dengan metafora (analogi & cerita) / Humor.
Metafora, cerita dan humor berguna untuk membangkitkan efek nyaman dan ceria, membangkitkan rasa ingin tahu, meningkatkan fungsi otak kiri dan otak kanan. Cerita dirancang memiliki pesan tertentu seperti yang diinginkan atau sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Cerita disampaikan dengan cara yang tidak berlebihan dan tidak dipaksakan.

Ada 2 (dua) jenis metafora:
1. Simple metafora/perumpamaan:“ pelajaran ini mirip dengan....”
“materi ini diibaratkan.....”
2. Complex metafora / cerita / dongeng / humor
-menstimulasi otak, membuka sumber daya, mengakses memori tertentu.
B. Questioning
    - Pertanyaan kejutan / memancing rasa ingin tahu :
   “ Ada yang tahu 3 cara bagaimana menghitung dengan cepat?”
Pertanyaan seperti tersebut men-set kondisi pikiran siswa menuju state rasa ingin tahu dan partisipatif.

Bagi siswa yang sudah tahu 3 cara menghitung cepat, akan terpancing untuk menjawab, hal ini memunculkan partisipasi dari siswa. Sementara siswa yang belum tahu, pikiran bawah sadar mereka akan bertanya “oh..ternyata ada ya cara menghitung cepat? Seperti apa? “ hal ini akan men-set kondisi pikiran siswa dalam state rasa ingin tahu.

    - Pertanyaan yang mudah
Mulailah kelas dengan pertanyaan yang mudah, pertanyaan yang Anda yakin bahwa siswa Anda bisa menjawabnya.

Hal ini akan memicu siswa untuk aktif dan tertantang untuk menjawab pertanyaan Anda berikutnya.

    - Pertanyaan pendapat
Pertanyaan pendapat bukan tentang benar atau salah. Anda harus bisa menghargai pendapat masing-masing siswa Anda. Pertanyaan ini hanya untuk memancing partisipasi siswa.

Bagaimana mengakhiri pelajaran yang berkesan?
Bagian akhir dari pelajaran dikelas adalah bagian yang paling diingat oleh siswa. Namun sayang hal ini sering diabaikan oleh para guru yang belum mempelajari Hypnoteaching.

Seperti sebuah konser musik, biasanya penyanyi top atau lagu hits dimainkan terakhir. Hal ini bertujuan agar para penonton ketika pulang masih bisa merasakan sensasi dahsyat saat menonton konser tersebut.

Maka, Anda sebaiknya mempersiapkan akhir suatu pelajaran dengan baik. Agar siswa dapat mengingat hal yang telah Anda ajarkan.

Apa saja yang dilakukan agar closing menjadi berkesan: 
1. Beri kesempatan bertanya
Hal ini untuk memperkuat pesan yang masuk dan memperjelas pemahaman.
2. Rangkum benang merah
3. Buatkan cara mudah untuk mengingat, misal : mind map, jembatan keledai, anchor.
4. Sekali lagi jual manfaat “ Apa manfaatnya mempelajari materi ini?”


Selamat Mempraktekkan..Semoga Bermanfaat.
sumber

5 Menit Pertama yang Berkesan

Dalam setiap pembelajaran di dalam kelas seorang guru biasa dengan tahapan-tahapan yang umum dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Kegiatan Penutup. Tahapan ini bisa dilalui dengan baik dan bermakna atau menjadi pengulangan yang membosankan, baik untuk guru itu sendiri apalagi bagi audiencenya yaitu siswa.

Dalam pembukaan pembelajaran biasanya seorang guru melakukan Apersepsi, yaitu mengulang materi pelajaran sebelumnya yang sudah diajarkan, agar setiap siswa mengingat kembali apa-apa yang sudah diajarkan. 

Apersepsi ini menjadi penting, sebagai pembukaan dalam setiap pembelajaran dimulai. Namun bila kita ingin lebih kreatif lagi agar Apersepsi memiliki nilai pembelajaran lebih dan memiliki muatan yang berbeda dan informatif, maka Apersepsi ini bisa disisipi pula dengan cerita motivasi, sekilas info ataupun berita kondisi aktual. Sebagai contohnya penulis selalu memulai pembelajaran di kelas dengan Apersepsi yang berbeda, kadang penulis memulai dengan cerita hikmah, misalnya cerita sahabat nabi SAW. 

Suatu hari, Abdullah bin Umar dan Abdurrahman berpergian menempuh gurun pasir yang tandus. Mereka mulai kehausan dan kelaparan akibat persediaan makanan yang mereka bawa telah habis. Mereka berdoa agar bertemu dengan gembala kambing yang biasanya mengembala di daerah itu. Doa mereka terkabul. Tidak jauh dari tempat itu, ada seorang anak sedang menggembalakan kambing. Mereka pun mendatanginya.

“Assalamu’alaikum, berilah kami segelas susu dari kambingmu karena kami sangat haus,” kata Abdullah. Setelah menjawab salam, anak itu segera memeras susu salah satu kambing. Abdullah dan temannya segera meminumnya.

“Alhamdulillah, semoga Allah membalas kebaikanmu, nak. Sekarang, bolehkah kami membeli seekor kambingmu untuk kami sembelih? Kami sangat lapar.”

“Tuan, kambing-kambing ini bukan milik saya. Majikan saya hanya mengizinkan saya memeras susunya, bukan menjual kambingnya,” kata anak itu. “Dimanakah rumah majikanmu itu?” tanya 

Abdullah. “Ia tinggal jauh dari tempat itu?” tanya Abdullah. “ kalau begitu, juallah kepada kami seekor saja,” kata Abdullah.

“Tetapi, bagaimana kalau majikan saya tahu?” Tanya si gembala. “Katakan pada majikanmu bahwa ada serigala memakan seekor kambing gembalaanmu,” tawar Abdullah.

“Kalau begitu, dimanakan Allah? Allah pasti mengawasiku dan mencatat perbuatanku,” kata anak itu.

Abdullah bin Umar dan temannya sangat kagum akan ketakwaan anak gembal itu. Walaupun usianya masih sangat muda anak itu yakin bahwa Alah selalu mengawasinya dan ia takut kepada Allah. Cerita ini adalah versi literernya, tapi secara lisan penulis sampaikan kurang lebih seperti itu. Dan pesan moral dari cerita tersebut penulis sampaikan kepada siswa bahwa sekecil apapun, perbatan baik atau burukmu pasti tercatat dalam catatan amalmu. Dan diakhirat kelak, kamu harus mempertanggungjawabkannya. Lebih aktual penulis mengajak pada siswa jangan membudayakan mencontek, karena bila terbiasa dengan budaya mencontek maka saat nanti jadi pejabat akan terbiasa melakukan korupsi.

atau dengan sekilas Info ; Tahukah kalian bahwa Thomas Alfa Eddison berhasil membuat bola lampu setelah melakukan eksperimen 1000 kali. Dengan semangat yang dimiliki Thomas Alfa Eddison penulis mengajak pada siswa agar memiliki semangat yang sama, bahwa yang namanya belajar dan terus belajar pasti buahnya manis. Walaupun banyak menghadapi kegagalan, tapi kegagalan dalam belajar adalah wajar dan akan membuahkan hasil yang baik atau kesuksesan. 

Kalau dengan Berita Kondisi aktual, penulis misalnya menceritakan bahwa di Thailand, kini sedang mengahadapi pergolakan politik yang polanya mirip dengan peristiwa Reformasi Indonesia tahun 1998. Dan semua pergerakan tersebut penulis analogikan dengan semua pergerakan dan perlawanan di seluruh dunia. Bahwa setiap pergerakan atau perlawanan tersebut bisa dibenarkan kalau dalam konteks membela kebenaran dan keadilan. Pemerintah yang baik pasti akan didukung oleh rakyatnya, tapi kalau pemerintah yang berkuasa memiliki banyak cacat dan merugikan masyarakat banyak, maka pemerintah tersebut layak utuk digugat, ditolak dan
dilawan, agar system yang baik dan amanah dapat berjalan dengan baik pula, yang berimbas pada kesejahteraan rakyat. 

Penulis menyebutnya Apersepsi seperti itu, 5 menit yang berkesan. Karena setiap kali penulis mengajar di depan kelas, cerita hikmah tersebut, sekilas info, ataupun berita kondisi aktual dapat memotivasi siswa untuk dapat melihat masalah menjadi lebih jernih sambil disisipi cerita hikmah yang menggugah hati dan nalar mereka. 

Sampai disini fungsi guru bukan lagi hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai pendidik. Memberikan inspirasi cerita moral yang membangkitkan motivasi dan inspirasi dalam belajar, menyikapi kondisi aktual dan mengambil sikap.

Bapak/ibu guru mungkin dapat melakukan ini di dalam kelas sebelum memulai pelajaran dan lihat saja interest para siswa ketika kita masuk. Dan memang sejak penulis menemukan metode 5 menit yang berkesan ini, setiap kali penulis masuk kelas, siswa selalu menanyakan cerita apalagi yang akan penulis sampaikan. Apalagi dalam 5 pertama guru masuk kelas merupakan waktu yang efektif dalam memasukkan informasi baru, mereka dalam kondisi siap menyerap.

* Penulis adalah Guru Sejarah, SMA Labschool-Avicenna Cinere.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...