KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN
Membuka Pelajaran
Kalimat-kalimat
awal yang diucapkan guru merupakan penentu keberhasilan jalannya
seluruh pelajaran. Tercapainya tujuan pengajaran bergantung pada metode
mengajar guru di awal pelajaran. Seluruh rencana dan persiapan sebelum
mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru gagal dalam
memperkenalkan pelajaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan
terlebih dahulu adalah menetapkan sikap dan minat yang benar di antara
anggota kelas.
Hubungan dengan Kelas
Ada banyak
hal yang masih memikat perhatian murid di luar ruangan kelasnya. Hal
tersebut dapat membuat murid tidak memerhatikan pelajaran yang
disampaikan. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat menetapkan titik
hubungan antara murid dan pelajaran yang disampaikan. Pembukaan
pelajaran harus sesuai dengan minat dan kebutuhan murid. Guru juga
harus dapat membangkitkan minat belajar sampai murid dapat memusatkan
perhatian mereka kepada pelajaran. Pembukaan pelajaran dengan metode
yang terbaik pun tidak akan ada manfaatnya jika tidak mampu membawa
murid untuk memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran.
Berikut ini beberapa cara yang dapat membangkitkan minat dan perhatian murid saat guru mulai mengajarkan pelajarannya.
1. Berita-berita terkini
Berita terkini yang sedang marak dibicarakan atau sedang menjadi
perhatian dalam masyarakat dapat dipakai untuk mendapatkan minat murid.
Murid-murid kelas besar biasanya membaca surat kabar, majalah,
mendengarkan radio, dan menonton televisi. Mereka memunyai perhatian
pada banyak hal. Guru bisa mendapatkan berita-berita terkini melalui
media-media tersebut. Untuk murid- murid kelas kecil, mereka biasa
menanggapi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan sekolah atau
permainan mereka. Guru yang sangat mengetahui aktivitas murid-muridnya
sepanjang minggu itu pasti tidak akan menemukan kesulitan dalam hal
ini. Adapun informasi tersebut dapat berupa kegiatan murid sepanjang
minggu yang bisa diperoleh dengan menanyakannya pada murid.
2. Cerita dan Lukisan
Sebuah
cerita yang diceritakan dengan metode yang baik akan membangkitkan dan
mempertahankan minat murid terhadap pelajaran yang sedang disampaikan.
Sebuah gambar atau benda bisa sangat menarik perhatian anak. Lukisan
dari kehidupan sehari-hari merupakan pilihan yang baik untuk menarik
minat dan menanamkan sebuah kebenaran kepada mereka.
3. Laporan Tentang Tugas-tugas
Umumnya,
manusia lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri. Oleh karena itu,
usahakan untuk membahas pekerjaan rumah murid di awal pelajaran.
Kegiatan tersebut bisa menambah semangat murid untuk memulai pelajaran.
Selain itu, dengan membahas tugas-tugas yang sudah murid kerjakan di
rumah, perhatian kelas dapat diarahkan kepada makna dan pentingnya
belajar sendiri. Jangan lupa untuk menyatakan penghargaan atas usaha
murid-murid yang telah belajar di rumah.
4. Persoalan Yang diandalkan
Persoalan
atau pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam pelajaran hendaknya
merupakan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan murid. Misalnya,
“Apa yang akan kaukatakan seandainya ada orang yang bertanya mengapa
engkau pergi ke gereja?” atau “Apa yang kau lakukan seandainya kamu
disalahkan atas perbuatan yang tidak kamu lakukan?” Persoalan harus
disesuaikan sedemikian rupa sehingga mengarah pada pelajaran yang akan
disampaikan.
5. Pemakaian Alat Peraga
Sebuah
gambar, peta, benda, atau alat peraga yang lain dapat digunakan secara
efektif untuk menumbuhkan minat murid terhadap pelajaran.
6. Menghubungkan Pelajaran
Saran-saran berikut ini merupakan cara-cara yang efektif untuk mengenalkan sebuah pelajaran.
a. Hubungkan pelajaran dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya
Setiap pelajaran baru yang diajarkan merupakan bagian dari kurikulum
yang sudah ditetapkan. Pelajaran itu harus dihubungkan dengan
pelajaran-pelajaran lain agar menarik perhatian murid dan menajamkan
pengertian mereka terhadap rangkaian pelajaran tersebut. Pelajaran
dalam pertemuan sebelumnya harus diulang untuk dihubungkan dengan
pelajaran yang baru. Hal ini juga dapat menolong murid untuk mengetahui
hubungan antara pelajaran- pelajaran yang telah disampaikan dengan
materi pelajaran yang lalu . Metode untuk menghubungkan pelajaran yang
sekarang dengan pelajaran sebelumnya harus divariasikan. Seorang guru
tidak akan kehilangan waktu mengajarnya bila mengulang pelajaran
sebelumnya. Jika seorang guru memunyai waktu 35 menit untuk mengajar,
gunakan waktu lima menit pertama untuk menetapkan titik hubungan.
b. Umumkan pokok pelajaran secara wajar
Tidak perlu mengumumkan pokok pelajaran secara resmi. Yang penting
adalah bagaimana kita dapat menyajikannya dengan lebih menarik, tetapi
penuh dengan keterangan. Penyampaian pokok pelajaran harus menarik
minat murid seperti halnya penyampaian pokok berita dalam sebuah surat
kabar.
c. Nyatakan sasaran dan tujuan pelajaran
Banyak pendapat mengenai penyampaian sasaran dan tujuan pelajaran
kepada murid. Ada yang berpendapat, sebaiknya hal tersebut disampaikan
di akhir pelajaran. Ada juga yang berpendapat untuk menyampaikannya di
awal pelajaran. Tidak semua pelajaran harus dilakukan dengan cara yang
sama. Jika pelajaran tersebut, misalnya mengenai larangan minuman keras
dalam ajaran Islam misalnya, lebih baik sasaran dan tujuan
disampaikan di awal pelajaran.
d. Garis besar harus jelas
Menyampaikan pokok pikiran atau garis besar pelajaran untuk menarik
perhatian sangatlah penting. Penyampaian ini seperti halnya penyampaian
tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dapat menarik minat para
pembaca untuk melihat lebih lanjut tulisan-tulisan dalam surat kabar
tersebut. Garis besar pelajaran bisa disampaikan dengan lengkap atau
hanya ringkasannya saja.
Menguraikan Pelajaran
Setelah
memperkenalkan pelajaran, guru harus mengajarkan pelajaran sesuai
dengan rencana yang telah disiapkan. Mutu persiapan dapat terlihat pada
waktu pengajaran itu disampaikan. Satu hal yang perlu diingat, jika
tidak ada murid yang belajar dari pengajaran tersebut, itu berarti guru
belum mengajarkan pelajaran itu. Evaluasi yang terbaik bukanlah apa
yang dikatakan guru, tetapi apa yang dipelajari oleh murid.
Merangsang Pikiran
Mengajukan
pertanyaan merupakan metode yang efektif untuk merangsang pikiran murid.
Pancing murid untuk memikirkan sedalam mungkin setiap uraian yang
disampaikan oleh guru. Pengujian murid secara teratur bisa menjaga
perhatian murid untuk tetap tajam sehingga guru dapat mengetahui sejauh
mana murid mendapat manfaat dari pelajaran itu.
Satu cara
untuk menuntun pikiran adalah dengan menerapkan pola pemikiran yang
deduktif. Pola ini dimulai dengan guru menyebutkan satu prinsip atau
pernyataan umum yang diikuti sejumlah lukisan atau ilustrasi. Kemudian
libatkan murid dengan meminta mereka mencari contoh-contoh selanjutnya
dari kehidupan mereka sendiri.
Doronglah Pengungkapan
Selain dirangsang untuk berpikir, murid juga perlu didorong untuk
mengungkapkan pikirannya. Doronglah murid dengan menolong mereka
mengemukakan penafsiran dan pengertiannya sendiri mengenai pelajaran
itu. Cara yang terbaik untuk melaksanakan hal ini ialah dengan metode
pengajaran induktif. Mula-mula guru mendapat bantuan murid untuk
mengumpulkan fakta atau ilustrasi yang ada hubungannya dengan
pelajaran. Sebagai hasilnya, murid-murid akan dapat menemukan hukum-
hukum, prinsip-prinsip umum, atau tujuan pelajaran itu sendiri.
Pengetahuan atau pengalaman murid-murid dapat dipakai untuk mencapai
prinsip ini.
Menerapkan Kebenaran
Guru perlu membimbing murid-muridnya dalam keadaan khusus di mana murid
harus mempraktikkan prinsip-prinsip iman Kristen mereka. Hal ini bisa
membawa pertumbuhan rohani yang baik bagi murid. Guru yang
terus-menerus menitikberatkan penerapan maupun pengetahuan yang
diperoleh murid dapat membawa murid-muridnya belajar dan menerapkan
pelajaran itu pada pilihan, tingkah laku, tindakan, sikap, dan
keseluruhan hidup rohani mereka.
MENUTUP PELAJARAN
Jangan
akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan
sebaik mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan suatu penutup yang
tidak tergesa-gesa dan juga dengan doa sekitar tiga sampai lima menit.
1. Merangkum Pelajaran
Sebagai penutup, hendaknya guru memberikan ringkasan dari pelajaran
yang sudah disampaikan. Ringkasan pelajaran sudah tidak lagi berupa
diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran, tetapi berisi
ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan
menekankan fakta dasar pelajaran tersebut. Misalnya, kebenaran-
kebenaran yang penting dalam pelajaran, pelajaran praktis yang telah
diajarkan.
2. Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya
Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan
rencana pelajaran berikutnya. Guru dapat memberikan kilasan pelajaran
untuk pertemuan berikutnya. Diharapkan hal ini dapat merangsang
keinginan belajar mereka.
Sebelum kelas
dibubarkan, ungkapkanlah pelajaran yang akan disampaikan minggu depan
dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat mengambil bagian
dalam pelajaran mendatang.
3. Bangkitkan minat
Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan berikutnya dengan
penuh semangat. Oleh karena itu, biarkan murid pulang ke rumah mereka
dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang mengesankan, yang dapat
membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Sama seperti seorang
penulis yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung, yang
membuat pembaca ingin segera tahu bab berikutnya. Dengan cara yang
sama, guru dapat mengakhiri pelajarannya dengan penutup yang
“berklimaks” sehingga seluruh kelas menantikan pelajaran berikutnya
dengan tidak sabar.
4. Memberikan tugas
Tugas-tugas harus direncanakan dengan saksama, bahkan sebelum pelajaran
dimulai. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam
memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota
kelas.
Daftar Pustaka
Brown, George. Micro Teaching: A Programme of Teaching Skills. New York: Metheuen Inc., 1984
Cole, G. Peter and Lorna K.S. Chan. Teaching Principles and Practice. New York: Prentice Hall, 1990
Jacobsen, David, Paul Eggen and Donald Kauchak. Methods for Teaching: A Skills Approach. Ohio: Merril Publishing Company, 1989
Wiryawan, Sri Anitah dan Noorhadi. Strategi Belajar Menagajar. Jakarta: UT, 1999