Luruskan niat sempurnakan ikhtiar akhiri dengan tawakal.
Showing posts with label SERBA SERBI MOTOR. Show all posts
Showing posts with label SERBA SERBI MOTOR. Show all posts

Friday, 15 March 2013

First Riding Impression 2013 New Honda Verza 150 . . . Fungsional bisa, kencengnya Lumayan



Test_ride_verza_4
Bro sekalian, nahhh sekarang giliran kita mengupas secara khusus dulu Impressi Berkendaranya New Honda Verza 150. Pertama melihat Honda Verza ini memang seperti perpaduan beberapa klan Megapro . . . Megapro lama, megapro primus dan New megapro Plus Headlamp StreetFire . . . Naik diatasnya . . .jok sih biasa bisa aja . . . coba di tekan  kedepan kebelakang . ..  suspensi depan oke lumayan moderate, suspensi belakang yaaa githu deh karakter dual shock, agak sedikit keras, tapi pasti ada maksute . . . hmmm heavy duty Motorcycle kali yaah
Test_ride_verza_2
Ergonomi
Langsung saja naik di atas Honda Verza . . . Jiaaah masih jinjit mas bro . . . okeh lagi lagi ini bukan salah motornya, ini salah fisik test ridernya . .  Ergonominya gimana . . . lihat saja gambaran segituga ergonomi diatas mas bro . . . Terlihat tmcblog masih bisa memperagakan posisi riding tegak. Ya ini sepertinya pengaruh stang yang tinggi dan footstep yang ditancang nggak terlalu ke belakang . . . ergonominya sangat sport komuter harian bangeed. Namuan bagi tmcblog Ergonomi seperti ini juga menguntungkan buat beginner user, rider yang baru mau pindah dari motor cub/bebek atau skutik ke Motor sport.
Verza#4
Detail Dashboard, sederhana tapi cukup informatif
Naik keatas, lalu putar kunci ke posisi on . . . jarum speedometer berputar sekali, biasanya menandakan informasi yang diperolehnya adalah informasi digital, bener saja cek ke ban depan, ada kabel sensor kecepatan disana. Lalu di panel digital ada bar bahan bakar, lampu sen, lampu FI, odometer, tip meter . . . tapi ya itu dia..harusnya ada jam digital, penting nih buat sehari hari . . . oh ya seperti biasa ada bunyi dengung menandakan Fuelpump di dalam tangki bbm mulai bersiap bekerja. Tekan tombol start, lalu terdengarlah suara khas yang mirip suara New megapro . . . iyah lah wong mesinnya dan Knalpotnya mirip hehe hehe . . . tapi impresi awal melihat Tangki bbm . .  untuk versi CW  . . . keberadaan shroud cukup membuat perasaan bahwa Motor ini menjadi terasa ‘besar’
Test_ride_verza_3
Keluar Parkir hedung AHTC cuaca masih bersahabat alias terang . . . masuk Jalan Danau sunter utara, weeh lurus nih jalanan . ..  dan hujan pun turun semua test rider  gelombang kedua . . . tmcblog, iwb, Aziz DOHC, maz Ped, Sapto Kipling dan beberapa rekan AHM pun berhenti pakai jas Hujan . . . lalu lanjut menuju Jalan Motik, industri dan angkasa . . . masuk ke janlanan yang dulu landasan pacu (runway) Bandara Kemayran ( JL Benyamin Sueb)  nggak bisa kembangin kecepatan karena motor masuk jalur lambat  . . . haduuuh . . .
baru deh pas balik di daerah Jalan danau sunter kembali bisa memacu motor . . . lumayan ngeriiih speed up di jalanan besah dengan verza bisa mencapai 100 -an km/jam . . . . buat tmcblog siiih, udah gilaaaa banget itu ujan ujan cuuuy . . . sekali ini aja dah sruntulan githuu . . . tapi pointnya . . . Verza ini nggak malu maluin juga siiih performanya . . . 16 jutaan githu loooo . . .mengenai kecepatan tertinggi . . . sueerr gak berani mas bro, maap dah dari pada kenapa kenapa :P temen temen yang lain sih ngaku bisa sampai 110 km/jam begghhh . . .ngeriih . . 
Pengereman  dan suspensi
Suspensi dari Verza 150 bisa bro baca diartikel sebelumnya . . . dan untuk pengereman . . . standar dan safety sih, pake tromol bukan berati inferior mas bro . ..  luamayan lah bisa menghentikan kendaraan dengan kecepatan harian komuter yang biasanya juga rata rata diantara 60-an km/jam . ..  konsumesi bahan bakar  . . . jjur nggak ngukur mas bro, mungkin dalam kesempatan terst ride yang lebih dalam yaa . . . untuk sementara silahkan dikunyah kunyah dulu ya mas bro . . . semoga Berguna

taufik of BuitenZorg
About these ads

Honda CBR 400R, CB400F dan 400X Akan mulai dikenalkan Pekan Ini

CBR400R
Bro sekalian, masih ingat artikel akhir Januari 2013 lalu dimana Honda jepang memperkenalkan sebongkah mesin twin sejajar dohc dengan kubikasi 400 cc ? akhirnya nggak lama setelah itu, satu setangah bulan atau tepatnya mulai 15 Maret esok Honda Jepang akan mulai memperkenalkan sosok Motor yang akan menggunakan mesin tersebut di Intex Osaka, Building No. 2 pada gelaran Osaka Motorcycle show . . . Yap 3 motor 400 cc tersebut adalah bagian dari 24 model yang akan diperkenalkan.


CB400F
Secara bentuk ketiga varian Motor yang akan mengendong mesin 400 cc dua silinder segaris tersebut sama persis dnegan Honda 500 series . . . yakni ada 3 varian Honda CBR 400R, Honda CB 400F, dan Motor Yang mengacu pada konsep CrossOver yakni Honda 400X (entah kenapa nama CB nya dihilangkan ?? )


400X
Bila melihat CBR 400R dan membandingkan dengan CBR 500R perbedaan secara fisik hanya terjadi pada livery striping RWB nya . . . warna merah terlihat lebih banyak di CBR 400R dibandingkan di CBR 500R baik itu di fairing samping maupun body belakangnya. Ada rumor bahwa versi 400 cc ini lah yang kemungkinan juga akan dipasarkan di kawasan asia tenggara, apakah benar begitu? kita lihat saja kedepan ya . . . semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

Friday, 16 November 2012

First Ride Yamaha New V-Ixion Lightning, Posisi Berkendara Lebih Sporty

Tenaganya galak di 7.000 rpm ke atas.
Tinggal dilihat, secara desain Yamaha New V-ixion Lightning mengalami banyak perubahan bentuk. Bukan cuma itu, penambahan fitur juga jadi konsen Yamaha. Meski kencan perdana dengan V-Ixion baru enggak lama, tapi banyak yang membuat kami kagum, apaan aja yuk disimak!

Desain dan Fitur
Dari sisi samping motor ini enak dilihat, ukuran tangki tak terlalu besar, serta frame delta box terlihat pas. Saat kondisinya tidak sedang distandar tengah, enggak cungkring kok. Sokbraker depannya memang masih menggunakan as dan tabung dengan diameter sama seperti model terdahulu tapi tingginya tidak sejangkung pada foto-foto yang sebelumnya beredar.

Tangkinya serasa moge, posisi kunci kontak ada di ujung depan tangki dan sekarang sudah dilengkapi pengaman bermagnet. Tapi untuk mengoperasikannya masih manual, menutup lubangnya harus dilakukan dengan menggeser tuas yang disediakan.

Panel indikatornya meski digital tetap mudah dibaca. Enggak silau meski berkendara di bawah terik matahari. Oiya, kalau diperhatikan, kini tidak ada lagi kabel speedometer di roda depan. Pasalnya, indikator kecepatan sudah bekerja berdasarkan input speed sensor di transmisi.
Tuh kan, dari samping enggak cungkring. 
Bodi belakang pun mengalami perubahan, behel yang dibuat menyatu dengan bodi belakang terlihat simpel. Tapi tenang, meski bentuknya menyatu dengan bodi, bagian pegangannya tetap keras. Genggaman tangan mantap saat menggeser posisi motor di parkiran.

Buntutnya juga oke punya, meruncing dengan bentul stop lamp dan sein yang dinamis. Sayangnya sepatbor belakangnya memang terlihat terlalu besar. Untungnya Yamaha punya sepatbor belakang yang lebih pendek yang dijual sebagai aksesoris resmi. Klik di sini  untuk melihat bentuknya.

Handling
Udah enggak sabar duduk di atas joknya! Wah, tidak beda jauh dari versi sebelumnya. Masih tidak terlalu tinggi, kaki juga enggak ngangkang. Pas buat pengendara bertubuh 165 cm ke atas, di bawah itu harus jinjit sedikit saat berhenti.

Tapi ketika tangan meraih setang baru terasa beda. Tekukan setang tidak setinggi V-Ixion lama, kini makin terasa sporty. Meski lebih rendah, soal kenyamanan masih enak kok buat harian. Tidak senunduk motor sport berfairing, yang ini masih pas buat perjalanan sehari-hari.
Setang lebih merunduk, tetap nyaman untuk harian
Handlingnya saat menikung cukup menyenangkan. Lebih tenang ketimbang V-Ixion lama, apalagi saat belok di permukaan aspal yang tidak sepenuhnya rata. Wajar saja, kini kaki-kakinya lebih gambot. Pelek depan pakai ukuran lebar 2,15 inci dengan ban 90/80-17. Sedang yang belakang peleknya lebar 3,5 inci dikawal ban 120/80-17. Menariknya, ban bukan pakai IRC atau Federal, tapi kini disuplai Dunlop.

Redaman suspensi rasanya tidak terlalu banyak berubah, paling rem belakangnya saja yang bikin lebih pede. Kan sudah dijejali disk brake single piston, pakem!
Kaki-kaki lebar, tuas transmisi manjakan sepatu
Performa
Impresi perdana ketika ditanya performa, rasanya tidak jauh berbeda dengan versi terdahulu. Meski begitu Yamaha mengklaim ada peningkatan tenaga hingga 1,5 PS. Dari 15,09 PS, meningkat jadi 16,59 PS di 8.500 rpm. Konsumsi BBM-nya juga diyakini lebih hemat. Yang ini dicoba saat sesi test ride aja ya, sekalian kita cari data lengkapnya. Sabar sob..

Tapi motor yang sistem injeksinya banyak diperbaharui ini tetap asik dibawah jalanan. Torsinya mulai terasa mendorong kuat saat putaran mesin mencapai angka 7.000 rpm. Angkat roda depan atau wheelie sih gampang. Perpindahan transmisi 5 percepatannya juga halus.

Makin menyenangkan, Yamaha mempertahankan desain tuas transmisi model injak depan-belakang. Bukan cuma satu tuas di depan seperti Honda CB150R. Kalau enggak mau sepatu rusak karena harus mencongkel tuas transmisi, bisa injak belakang. Meski auranya sporty tapi Yamaha tidak canggung memasukan fitur fungsional ini.

Karena harganya belum keluar, yuk tebak banderolnya. Kira-kira berapa harga yang pantas untuk perubahan besar pada desain, sistem injeksi dan kaki-kakinya? (motorplus-online.com)

Saturday, 13 October 2012

Ini Dia Penampilan Detail Suzuki Lets, Gabungkan Sporty dan Retro!

Ini Dia Penampilan Detail Suzuki Lets, Gabungkan Sporty dan Retro!


Seperti sudah disinggung sebelumnya, matik baru Suzuki Lets sudah lebih dulu distirbusikan ke jaringan penjualan Suzuki di seluruh Indonesia. Tujuannya agar ketika diluncurkan akhir bulan ini, konsumen tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkannya.

Mendapat bocoran dari Yohan Yahya, GM 2W Marketing & Business Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tentang lokasi salah satu dealer di Jakarta yang sudah memajang Suzuki Lets, kami pun langsung beranjak ke sana. Dan benar saja, sudah ada unitnya!

Tapi sayang, unit tes ride-nya belum ada, jadi baru bisa foto-foto dan merasakan impresi perdana duduk di atas joknya. Mari ditengok. Secara dimensi, bisa jadi tidak beda jauh dengan Suzuki Nex. Pasalnya rangka dan mesinnya memang tidak jauh berbeda, alias sama saja.

"Tapi belum ada brosur mas.. Jadi belum bisa dilihat spesifikasi teknisnya," ucap Asty, sales di dealer Suzuki Sunter yang menemani selama pemotretan. Okelah, enggak papa yang penting bisa lihat dari dekat desainnya.
Jok lebih lega dari Suzuki Nex, tapi pijakan masih tetap sempit.
Dari samping bentuknya memang terlihat banyak membulat. Mungkin kalau ketemu di jalan dan dilihat sekilas akan sulit membedakan dengan Honda Scoopy atau Yamaha Fino. Begitu juga dengan bentuk bodi depan dan sepatbornya yang juga didominasi garis-garis bulat.

Dari sini, tidak bisa dipungkiri lagi kalau motor ini mengusung tema "retro modern" layaknya Honda Scoopy atau Yamaha Fino. Tapi Suzuki Lets tampil lebih sporty dengan desain lampu depan yang tidak membulat, malah tampil agak kotak di letakan di bawah dudukan plat nomor, bukan di atas layaknya sang kompetitor. Di buntut juga mirip kombinasi lampu belakang Suzuki Hayabusa, jadi sporty dong!

Untuk pilihan stripingnya pun ada dua macam. Suzuki Lets Sporty dan Classic. Bedanya cuma pada pilihan striping yang lebih minimalis dengan warna dasar khas retro. Ada coklat susu, pink dan hitam-coklat dipadu kombinasi pelek berwarna silver. Sedang yang sporty ada merah, hijau dan biru pakai pelek warna hitam dan striping meriah.

Beralih ke area setang. Desainnya batang besi kroom dengan panel berwarna silver, di panelnya terlihat jelas kalau motor ini sudah mengadopsi automatic head lamp on, karena tidak ada saklar lampu utama di panel sebelah kanan. Desain speedometernya lebih terlihat sporty ketimbang klasik, tidak bulat juga ditunjukan dengan angka dan desain bergaya elegan.
 
Yang unik bentuk spion bulatnya, pada bagian depan terlihat seperti memiliki dua layer dengan warna yang berbeda. Pada varian Classic, luar hitam sedang bulatan di dalamnya kroom. Kalau yang sporty kombinasinya, luar hitam yang dalam mengikuti warna bodi.

Oiya, bentuk master rem depan mirip sekali dengan punya Suzuki Nex nih! Mau tahu yang lebih banyak miripnya dengan Suzuki Nex, ayo beralih ke kaki-kaki. Peleknya palang tiga dengan diskbrake depan yang bentuknya sama seperti bawaan Suzuki Nex.

Mesinnya pun tampak luar serupa dengan Nex, dari cover CVT, boks filter udara hingga cover kipas sama persis. Sama juga seperti Suzuki Nex, injeksi pada motor ini juga sudah close loop, ditandai adanya O2 sensor di lubang buang.

Bentuk bagasi dan tangki di bawah jok juga serupa dengan Suzuki Nex. Meski bodinya gambot, ruang di bawah tidak lantas dibuat lebih lega. Boks di bawah setang tetap dipertahankan, selain itu motor ini juga punya kunci pengaman bermagnet. Satu lagi yang tidak ada di Suzuki Nex adalah footstep lipat untuk boncenger, kini di Suzuki Lets sudah ada.

Gimana, keren kan? (motorplus-online.com)

Monday, 3 September 2012

Bajaj Pulsar 200NS vs Bajaj Pulsar 220 vs R15 v2


Bajaj Pulsar 220 vs Bajaj Pulsar 200NS vs R15 v2



Power:
Pulsar 220f -> 20.8 Bhp @ 8500 RPM
pulsar 200NS-> 23.5 BHP@ 9500 RPM
R15 v2 -> 17 bhp @ 8500 RPM

Torsi:
Pulsar 220f -> 19,12 Nm @ 7000 rpm
pulsar 200NS -> 18.3 Nm @ 8000 RPM
R15 v2 -> 15 Nm @ 7500 RPM

0-60kph:
Pulsar 220f -> 6 sec,
Pulsar 200NS -> 3.61 sec,
R15 v2 -> 5.10 sec

0-100 kph:
Pulsar 220f -> 12 sec,
Pulsar 200NS -> 9.83 sec,
R15 v2 -> 14.14 sec

Top speed:
Pulsar 220f -> 144 kph
Pulsar 200NS - > 136 kph
R 15 v2 -> 134k kph

Konsumsi BBM:
Pulsar 220f -> 42,1 Kmpl
Pulsar 200NS -> 58 Kmpl
R15 v2 -> 42 kmpl

Busi:
Pulsar 220f -> Twin spark (2 busi)
Pulsar 200NS -> Triple spark (3 busi)
R15 v2 -> Single spark (1 busi)

R15 v2 tested by: motorcycle.com
Pulsar 200NS Indonesia


Sunday, 12 August 2012

First Ride KTM Duke 200, Responsif Nuansa Supermoto!



Akhirnya kesampaian juga mencicipi KTM Duke 200. Kalau sebelumnya cuma bisa melihat dari website luar negeri, kini motor sport naked berwarna orange ini benar-benar ada di genggaman dan siap digas!  Yang berbaik hati adalah Probike, importir umum di Jl. Arteri Kelapa Dua No. 88A Jakarta Barat yang jadi salah satu dealer KTM ini meminjamkan unitnya.

Harganya memang terdengar mahal untuk ukuran motor sport 200 cc, Probike melepas motor ini Rp 65 juta. Beneran mahal? Tunggu dulu, kami harus bilang harga ini relatif sepadan dengan apa yang didapat. Mari dirunut fitur-fiturnya.

Dari desain dulu ya, bentuknya bukan seperti motor sport kebanyakan yang pernah mengaspal di tanah air. Yang ini berkesan kekar, liar tapi tetap punya ciri khas moge. Desainnya memang sekilas mirip dengan sang kakak 990 Super Duke R atau 690 Duke.

Sasis teralisnya sukses mengekspos mesinnya yang kekar. Lekukan bentuk tangki yang besar di depan juga membuatnya tampil lebih agresif.  Bentuk knalpot yang disembunyikan di bawah sokbraker belakang juga membuat penampilannya makin simpel.

Pindah ke kaki-kaki, super kekar untuk ukuran motor 200 cc. Upside down dari WP berpadu monosok dari merek yang sama. Belum banyak motor sport 250 cc di Indonesia yang memasangkan sokbraker depan upside down, paling baru Hyosung GT250R dan Megelli 250. Sedang sok tunggal di belakang dilengkapi dengan 10 setelan preload.

Bagian menarik lainnya adalah swing arm alumunium yang didesain terbalik, tekstur kasarnya dengan konstruksi rib-nya malah ada di luar. Mewah sekaligus artisitik! Di Indonesia, motor sport 250 cc juga belum ada yang pakai swing arm alumunium, umumnya masih bermaterial besi kotak.

Lihat peleknya yang lumayan lebar. Depan 3 inci, yang belakang 4 inci. Pelek lebar ini dipadu dengan ban gambot 110/70-17 di depan dan 150/60-17 di belakang. Ukuran ban CBR 250R aja kalah lebar nih! 

Uniknya, meski brand Austria, motor ini pakai ban merek MRF mirip ban yang dipakai Bajaj Pulsar series. Ya maklum lah, pabrik perakitannya kan ada di India. Ciri lain yang masih berbau India adalah finishing di panel seputaran setang dan penggunaan kaliper Bybre, anak perusahaan Brembo.

Ringan dan Responsif
Udah enggak sabar nih duduk di atas joknya dan pelintir selongsong gasnya! Buat rider dengan tinggi badan 165 cm pasti akan sedikit jinjit. Secara postur motor ini ideal untuk pengendara dengan tubuh 170 cm, tapi kurang dari itu masih bisa ditoleransi kok.

Bagian depan joknya yang tidak terlalu lebar dan setang flat bar-nya yang lebar membuat posisi berkendara tetap asik meski tubuh mungil. Bentuk setang flat bar-nya memang membuat tangan jadi terbuka lebar. Ada yang bilang mirip naik Byson, tapi sepertinya lebih mirip naik supermoto.

Terlebih dengan karakter suspensinya yang empuk, sasis kompak dan ban lebarnya membuat motor ini tetap lincah tapi tidak liar. Disk brake di kedua rodanya juga pakem. Kaliper tipe radial 4 piston di roda depan pun dengan mudah menghentikan motor.

Roda gambot-nya juga bukan jadi masalah, mesin 200 cc,DOHC 4 klep dan pasokan bensin injeksi serta pendingin airnya masih tetap responsif. Maklum power maksimumnya mencapai 25 dk! dan torsinya 19,2 Nm Tapi bobot motor ini cuma 125 kilogram saja.

Karakter oversquare-nya pun unik, tenaganya dari putaran bawah tetap terasa nikmat. Hentakannya yang responsif hanya akan berakhir ketika bar takometer di panel indikator menyentuh redline 10.500 rpm. Karakter mesin yang langsung galak dari bawah, mirip banget dengan tunggangan supermoto.

KTM memang sudah tenar sebagai produsen trail, supermotor hingga motor enduro. Malah pacuan aspalnya di balap Moto3 juga enggak kalah gahar. Nama besarnya tidak mengecewakan!

Indikator Cerdas
Panel indikator di atas lampu utama KTM Duke 200 ini memang tidak terlalu besar. Meski mungil sudah full digital dan pintar. Saat pertama kali putar kunci kontak ke posisi on langsung muncul tulisan "ready to race". Semua panel, mulai dari petunjuk kecepatan dan putaran mesin ditampilkan secara digital.

Info lain yang bisa didapat adalah waktu berkendara, kecepatan rata-rata, suhu mesin, konsumsi bensin rata-rata, peringatan standar samping, indikator tegangan, tekanan oli, posisi gigi, shift light dan interval waktu perawatan mesin.

Satu lagi, sama seperti mobil. Ketika bensin sudah ada di posisi E, tripmeter akan langsung menunjukan jarak yang bisa ditempuh dengan bahan bakar yang tersisa. Jadi bisa kira-kira tanpa takut kehabisan bensin. Lengkap bro!

Test Ride Suzuki Nex Injeksi, Ringan dan Responsif



Beberapa waktu lalu, tim otomotifnet.com / motorplus-online.com sudah mencoba motor ini dalam perjalanan jauh Bandung-Jakarta. Tapi kini, dalam situasi yang benar-benar berbeda, Suzuki Nex Injeksi kembali dijajal. Kali ini dicoba dalam simulasi perjalanan sehari-hari, bukan jalan jauh yang cenderung konstan. Yuk langsung coba!

Desain
Secara desain, tidak terlalu berbeda dengan Suzuki Nex karburator. Bedanya hanya pada warna bodi dan pemilihan kelir pelek. Jujur tidak banyak motor yang peleknya diwarnai silver. Mika lampu sein juga memiliki bias warna biru, tapi nyala lampunya tetap kuning sesuai peraturan lalu lintas. Keren juga sih! Sebagai pendobrak kebiasaan, langkah ini membuat Nex Injeksi jadi terkesan canggih.

Fitur dan Teknologi
Fitur selain injeksi sama saja. Penampilan speedometernya sama, tapi ada tambahan engine cek di bagian tengah bawah. Lampu ini akan menyala sesaat ketika kunci kontak diputar ke arah on. Selebihnya tetap minimalis, fitur lain seperti konsol bagasi di bawah setang dan di bawah jok punya bentuk dan volume yang sama. Kunci kontak juga belum dilengkapi dengan pengaman bermagnet.

Handling
Harus diakui, bobot yang ringan dan wheelbase yang tidak terlalu panjang membuat Suzuki Nex mudah dikendarai. Bobot kosongnya cuma 87 kilogram, memudahkan ketika menuntun atau menggesernya di parkiran.

Saat duduk di atas joknya pun terasa kalau alas pantat ini tidak terlalu tinggi. Rider dengan tinggi badan kurang dari 165 cm pun masih terasa nyaman memijakan kakinya ke aspal. Desain ergonomi yang cocok banget dengan target konsumennya, para remaja!

Tapi, posisi duduk Suzuki Nex jadi kurang ramah untuk yang punya tinggi badan diatas 170 cm. Jarak antara dek depan dengan jok sempit jadi akar masalahnya. Kekurangan lainnya adalah ruang kaki pada Suzuki Nex memang sangat terbatas, pengendara yang punya ukuran sepatu di atas 44 pasti akan merasa terlalu sempit.

Untung joknya tetap empuk dan posisi setangnya tegak, buat jalan jauh masih oke! Beda lagi untuk boncenger, justru pijakan kakinya terasa lega, bukan model pipa tapi dej yang datar dan lebar.

Selap-selip di kemacetan pun mudah. Bermodal sumbu roda yang hanya 1.235 mm, memindahkan posisi motor dari kanan ke kiri sangat mudah. Sudah ringan, karakter suspensinya juga lumayan asik, tidak terlalu keras tapi tetap empuk. Menikung cepat di jalanan rata tetap anteng, ketika melibas jalanan rusak atau speed trap juga masih nyaman.

Bobot ringan bukan sekedar menjadi kelebihan, pada beberapa kondisi justru jadi kekurangan. Misalnya saat melaju cepat, paparan angin dari samping sangat terasa membuat motor goyang. Paling terasa ketika sedang kencang melewati jalan bergelombang, motor terasa melayang. Jadi, jangan ngebut-ngebut ya!

Untuk pengereman, disk brake di depan cukup pakem. Sedang yang belakang, meski masih tipe teromol, tapi terbukti lebih baik bila dibandingkan Suzuki Spin 125 yang menjadi skutik entry level terdahulu.

Performa
Akselerasi motor bermesin 113 cc ini patut diacungi jempol. Akselerasinya cepat, putaran atasnya juga ngisi terus. Saat selongsong gas diputar mentok ke bawah, jarum speedometer menunjukan angka 100 km/jam lewat dikit. Cukup untuk matik entry level ini.

Tapi sayangnya, getaran pada transmisi CVT-nya masih sangat terasa. Paling nyata ketika awal buka gas dan motor berjalan pelan dan ketika melaju konstan di kecepatan sekitar 50 km/jam. Selebihnya tetap halus bro..

Konsumsi Bahan Bakar
Pengetesan konsumsi bahan bakar tidak dilakukan dengan cara konstan. Melaju kencang juga bermacet-macetan sengaja dilakukan. "Malah buat ngejar top speed juga, jadi bener-bener menggambarkan cara berkendara sehari-hari," kata Reza SS tester yang punya bobot badan 67 kilogram.

Hasilnya, tiga kali dilakukan pengukuran dengan cara top up, didapat hasil rata-rata 42,5 km/liter pada motor yang dijual dengan harga Rp 12,65 juta ini. Wow, tetap irit kan! (motorplus-online.com) 

Spesifikasi
DIMENSI
Panjang: 1.850 mm
Lebar: 665 mm
Tinggi: 1.035 mm
Jarak sumbu: 1.235 mm
Jarak pijak: 135 mm
Tinggi jok: 735 mm
Berat kosong: 87 kg
                     
MESIN        
Jenis: 4 langkah, 1 silinder
Sistem katup: SOHC, 2 valve
Diameter Langkah: 51,0 x 55,2 mm
Isi silinder: 113 cm3
Ratio kompresi: 9.4:1
Sistem bahan bakar: Injeksi
Sistem starter: Elektrik dan engkol
Transmisi: CVT/V-belt
Kapasitas tangki: 3.5 L
                         
RANGKA        
Suspensi Depan: Teleskopik, per ulir, Peredam Oli
Suspensi Belakang: Tipe lengan ayun, per ulir, Peredam Oli
Rem Depan: Cakram
Rem Belakang: Tromol
Roda depan: 70/90 - 14 M/C 34 P
Roda belakang: 80/90 - 14 M/C 46 P
Velg: Casting Wheel
                    
SISTEM LISTRIK        
Aki: 12V (3,0 Ah) / 10 HR
Lampu depan: 12V 32W/32Wx1 watt

Komparasi Desain New Ninja 250 Injeksi Vs Ninja 250R Karbu



Secara desain, New Ninja 250 memang jauh berbeda. Meski secara dimensi sama saja, tapi lekukan desain barunya membuat penampilannya benar-benar berubah. Buat yang lihat perbedaan keduanya lebih detail, silahkan perhatikan oleh-oleh foto dari sesi test ride di sirkuit Sentul ini.

Fairing depannya tampak lebih meruncing, matanya yang split juga lebih ganas. Air ram di bagian samping fairing juga berkesan ramping, terlebih Kawasaki juga membuat cover berwarna hitam yang membuatnya makin kekar. Secara sekilas, Ninja 250R karbu malah jadi nampak gambot, padahal dimensi fairingnya tidak jauh berbeda, sama-sama lebar bro! 

Harmonisasi fairing dari samping sampai bodi belakang di New Ninja 250 juga lebih pantas. Terlihat meruncing dari samping sampai belakang. Masih dari samping, lekuk tangki bahan bakar New Ninja 250 juga terlihat lebih landai. "Desain tangki dirubah untuk memudahkan pengendara saat menikung,”  jelas Freddyanto Basuki, Marketing & Advertising Department Head PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Buntutnya juga lebih sexy, meski tidak terlalu lebar tapi bentuknya lebih meruncing juga dilengkapi dengan coakan pegangan tangan. Coakan ini sangat berguna untuk menggeser motor saat parkir. Sedang joknya tetap model terpisah dengan desain berundak.

Detail komponennya juga banyak berbeda, misalnya desain spion yang kini lebih kompak. Meski besar tapi tidak mengganggu saat berkendara. Juga desain footstep dan peleknya dibuat berbeda. Khusus pelek, kini bentuknya makin mirip dengan sang kakak Ninja ZX-14R. Knalpotnya juga bikin berdecak kagum, yang lama hanya bulat kini lebih modern dengan desain futuristiknya.

Selebihnya silahkan lihat sendiri perbedaan desainnya. (motorplus-online.com) 

Suzuki Mulai Buka Inden Inazuma 250, Harga Rp 46 Juta!


Akhirnya PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi membuka inden untuk sepeda motor sport 250cc-nya, Inazuma 250! Bergaya sport turing tanpa fairing, Suzuki Inazuma 250 dipasarkan dengan harga Rp 46 juta (on the road Jakarta).

Totalnya akan ada dua pilihan warna yang bisa dipilih yaitu candy cardinal red dan pearl nebular black. Mengingat terbatasnya unit, PT SIS menyiapkan sistem inden dengan beberapa persyaratan. Diantaranya, inden bisa dilakukan di seluruh jaringan dealer Suzuki roda dua yang telah memiliki set up bengkel FI atau injeksi.

Lalu menyerahkan tanda jadi sebesar Rp 2 juta dan meninggalkan nomor KTP serta nomor telepon yang bisa dihubungi. Uniknya, pilihan warna yang telah dipesan sejak awal tidak bisa diubah lagi. Sayangnya, dalam press realese yang terima redaksi tidak dijelaskan kapan distribusi Suzuki Inazuma 250 akan sampai ke tangan konsumen.

Secara harga, Suzuki Inazuma dijual lebih mahal ketimbang CBR 250R non ABS yang dilepas Rp 40,5 juta. Sedang bila dibandingkan dengan CBR 250R ABS terpaut sedikit, karena line up andalan Honda ini dijual Rp 47,15 juta.

Meski begitu, Inazuma memiliki keunggulan mesin dua silinder berkapasitas silinder murni 248cc. Setiap silinder disumpal piston bore 53,5mm x stroke 55,2mm. Mesin SOHC-nya sudah dilengkapi dengan pendingin cair. Tenaganya diklaim tembus 24 hp pada 8.500 rpm serta torsi 23,8 Nm pada 6.500 rpm.

Tertarik? Buruan inden! (motorplus-online.com) 

First Ride Yamaha All New Jupiter Z1, Responsif Atas-Bawah!


Peluncuran Yamaha All New Jupiter Z1 di sirkuit Internasional Sentul, Bogor memudahkan wartawan yang hadir termasuk tim otomotifnet.com / motorplus-online.com untuk merasakan impresi perdana pada bebek injeksi pertama Yamaha ini. Setidaknya bisa bereksplorasi kecepatan sesuka hati.

Tapi enggak langsung ngebut, ayuk lihat dulu desainnya. Secara penampilan hampir semua baru meski perubahan tidak terlalu signifikan. Tapi coba deh perhatian lagi, mulai dari bentuk head lamp split-nya punya lekukan berbeda. Lampu sein di dada juga lebih meruncing dan terkesan aerodinamis.

Paling beda adalah desain sayap 3D nya, kini dibuat dua layer. Rongga pada sayap ini memang untuk mengarahkan aliran angin agar maksimal mendinginkan mesin. Mundur sedikit ke buntut, lampu belakang jadi lebih tajam. Untuk pilihan warna, jujur paling keren yang warna putih. Kombinasi dengan warna ungunya membuat bagian dalam sayap makin terkesan berlapis.

Indikator speedometer yang minimalis juga mudah dibaca, Desainnya yang sederhana dan memiliki angka serta petunjuk yang besar jadi gampang dilihat meski sedang ngebut sekalipun. Rumah kunci kontak dengan pengaman bermagnet juga dibuat sangat memudahkan. Untuk menutup lubang kunci tinggal pencet, mirip yang ada pada Soul GT.

Handling
Saat duduk di atas joknya, lalu memijakan kaki di foot step dan tangan menggenggam setang, rasanya enggak beda jauh dengan versi terdahulu. "Semua sudah tahu kalau sasis Yamaha memang lincah dan mantab. Makanya karakternya enggak kami buat terlalu berbeda. Pada model ini kami lebih berkonsentrasi pada performa mesinnya," beber M Abidin, GM Technical PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Posisi duduknya nyaman dengan jok tebal. Asiknya, posisi setang terasa pas, tidak terlalu merunduk tapi berkesan sporty. Konon grip setang motor ini terinspirasi dari desain setang YZF-R1, keuntungannya gerakan throttel lebih ringan 20 hingga persen.

Yuk langsung menikung. Di sirkuit Sentul, hampir semua tikungan memang berkarakter high speed untuk All New Jupiter Z yang top speed mentok di 110 km/jam ini. Beberapa tikungan cepat seperti tikungan kedua dan keluar tikungan 'S' besar bisa dilibas tanpa menutup selongsong gas.

Menikung dalam posisi jarum speedometer menyentuh angka 80 sampai 90 km/jam, motor masih tenang tanpa goyang. Memang terasa ban belakang sedikit kurang traksi khususnya saat bertemu tambalan aspal. Mungkin kalau ganti ban dengan ukuran satu tingkat lebih lebar bisa lebih tenang.

Tapi untuk berkendara sehari-hari performa standar All New Jupiter Z1 sudah lebih dari cukup. Toh di jalanan, jarang-jarang bisa menikung di kecepatan 90 km/jam. Yang pasti karena traffic yang ramai, juga enggak safety bro!

Lalu bagaimana dengan karakternya ketika bertemu tikungan patah? Seperti ketika melewati tikungan 'S' kecil. Karakter Jupiter Z series yang lincah langsung terasa. Motor dengan mudah diubah racing line-nya, ringan pindah jalur dan tetap tenang. Sayangnya enggak ada lintasan bergelombang atau jalanan rusak, jadi belum bisa merasakan kenyamanannya.

Performa
Nah, yang satu ini jadi konsentrasi Yamaha. Pabrikan berlogo garpu tala ini mengklaim tenaganya mencapai 10,06 PS di 7.750 rpm dan torsinya 9,9 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga yang lebih besar 20 persen ketimbang New Jupiter Z berkarburator ini diperoleh dari beberapa pengembangan.

Seperti roller rocker arm, klep yang lebih besar (25,4 mm in dan 20,4 mm ex), camshaft atau noken as dengan durasi yang diatur ulang. Piston forged dengan ring piston yang lebih tipis serta crankshaft ala YZ Technology juga diyakini makin membuat karakter long stroke-nya lebih tahan banting sekaligus responsif.

Aliran udara dari filter udara dan intake manifold yang didesain minim resistan dengan desain langsung lurus dari ala downdraft. Serta dilengkapi dengan setting transmisi baru. Efeknya ada beberapa catatan khusus untuk motor ini.

Yang pertama adalah, mesin All New Jupiter Z1 ini jadi lebih halus. Getaran minim ini diklaim diperoleh berkat crankshaft baru yang dibekali dengan balancer baru juga. "Karena minim getaran, kami sampai bisa menghilangkan bushing karet di engine mounting. Karet ini awalnya untuk meredam getaran, tapi kini enggak perlu lagi," beber Abidin.

Perpindahan gigi juga menjadi lebih halus dan empuk. Bahkan ketika sengaja memaksa pindah gigi tanpa menurunkan gas sama sekali, tetap empuk dan tidak kasar. Catatan yang terakhir adalah soal akselerasinya. Saat jalan pelan, dan langsung membuka gas mendadak sangat terasa kalau motor ini memang responsif. Bukti lainnya, untuk wheelie terasa mudah tuh.

Akselerasi yang responsif bukan cuma terasa di putaran bawah. Di putaran tengah atas pun kecepatan cepat merambat naik. "Coba rasakan tenaganya disekitar 6.000-7.000 rpm," saran Abidin sesaat sebelum sesi test ride. Memang tidak ada takometer, tapi bisa diterasa kalau putaran mesinnya sudah tinggi.

Nah, respon di putaran atas lagi-lagi bisa dirasakan dengan jelas di tikungan-tikungan tanggung sirkuit Sentul. Misalnya ketika masuk tikungan pertama atau masuk tikungan 'S' besar, enggak perlu turun gigi. Tetap gigi 4 tapi hanya turun gas sedikit saja. Saat posisi motor sudah benar ke arah keluar tikungan tinggal gas pol lagi deh. Putaran mesin tetap cepat naiknya! (motorplus-online.com) 

Spesifikasi
Dimensi : P x L x T (mm) 1.935 x 680 x 1.065
Jarak Sumbu Roda : 1.240 mm
Jarak Terendah ke tanah : 135 mm
Tinggi tempat duduk : 765 mm
Berat isi : 101 kg (spoke wheel) / 102 kg (cast wheel)
Kapasitas tangki bensin : 4.1 liter

Mesin
Tipe mesin : 4 langkah, 2 valve SOHC, berpendingin udaraa
Jumlah/posisi silinder : silinder tunggal/mendatar
Volume : 113.7 cc
Perbandingan kompresi : 9.3 : 1
Daya maksimum : 10,06 PS (7.4 kW) / 7.750 rpm
Torsi maksimum : 9.9 Nm/6.500 rpm
Sistem starter : Electric Starter dan Kick Starter
Sistem pelumasan : Basah
Kapasitas oli mesin : Total 1 liter
Sistem bahan bakar : Fuel Injection System (F1)
Tipe Transmisi : Rotary, 4 Kecepatan

Rangka
Tipe rangka: Steel Tube Underbone
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Lengan ayun, suspensi ganda
Ban depan: 70/90-17MC 38P
Ban belakang: 80/90-17MC 44P
Rem depan: Cakram
Rem belakang: Tromol

Kelistrikan
Sistem pengapian: TCI (Transistor Control Ignition)
Battery: YTZ4V / GTZ4V (MF Battery 3 Ah)
Tipe busi: NGK-CR6HSA

First Ride Kawasaki New Ninja 250, Eces Melaju 160 km/jam!


Bertempat di sirkuit Sentul Internasional, Bogor tim otomotifnet.com / motorplus-online.com  berkesempatan untuk merasakan impresi perdana Kawasaki New Ninja 250. Sirkuit Sentul sangat sesuai dengan karakter sporty yang makin melekat pada motor 2 silinder 250 cc ini. Dari pada penasaran, yuk langsung kita jajal!

Eits, jangan langsung coba, tapi kagumi dulu desainnya. Jujur, desain barunya memang diluar ekspetasi kebanyakan bikers tanah air. Banyak yang mengira Ninja 250 anyar hanya disempurnakan dengan injeksi, eh enggak tahunya benar-benar berubah total.

Desain baru ini terkesan mahal dan kental aura moge. Lihat saja dari tampak depan, lampu depan dan windsheild mirip dengan Kawasaki New Ninja ZX-10R, keren dan agresif. Yang enggak kalah menarik adalah detailnya yang juga lebih mantab, seperti bentuk foot step depan-belakang, desainnya makin modis.


Selain itu spion juga lebih menarik dan memberikan pandangan luas ke belakang, posisinya yang tidak terlalu panjang menjanjikan kemudahan berkendara di jalanan sempit. Panel indikatornya juga memiliki visibilitas yang baik, meski speedometer ditampilkan dalam bentuk digital dan tidak terlalu besar tapi angkanya masih mudah dilihat. Di bawah sinar matahari pun, tidak menyilaukan.

Bagasi ekstra di bawah jok belakang juga sangat fungsional, volumenya tidak terlalu besar tapi cukup untuk membawa tool kit. Selain itu ada tutupnya bro! membuat bawaan nampak lebih rapi. Pelek barunya masih terlihat asing, tapi asal tahu saja, desain ini mengadopsi desain pelek moge termewah Kawasaki, ZX-14R.

Handling   
Tiba saatnya untuk merasakan New Ninja 250. Ketika duduk di atas joknya, memijakan kaki di foot step dan menggenggam setang, langsung terasa berbeda. Foot step sedikit lebih mundur, posisi duduk juga lebih nungging. Makin sporty!

"Beda banget sama Ninja 250R yang gue pakai harian. Yang lama duduknya kaya mendem, yang ini lebih rebah," komentar Reza, kru otomotifnet.com di sela test ride kemarin (2/8). Meski begitu, tinggi jok memang tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya. Rider berpostur kurang dari 170 cm pasti masih harus sedikit jinjit.

"Oiya, desain tangki juga dirubah agar memudahkan pengendara saat menikung rebah. Coba aja deh,”  jelas Freddyanto Basuki, Marketing & Advertising Department Head PT KMI. Langsung gas nih? Boleh!


Rangka baru New Ninja 250 ini sepintas masih sama dengan versi sebelumnya. Tapi Kawasaki mengaku telah melakukan banyak penyempurnaan. Klaimnya lebih kuat dan handlingnya lebih stabil. Klaim ini bukan isapan jempol, di tikungan-tikungan panjang sirkuit Sentul, terasa lebih mantab. Diajak berpindah arah menikung pun tetap ringan, padahal wheel base New Ninja 250 baru sedikit molor sekitar 10 mm.

Suspensinya juga tak jauh beda dengan versi terdahulu. Goyangannya tidak terlalu bermasalah, kini ukuran bannya sudah lebih besar. Ban belakang pakai 140-70/17. Untuk pengereman, sayangnya hanya berkesempatan mencoba versi non-ABS. Rasanya tidak ada yang berbeda, disc brake dan kaliper sama dengan versi lamanya, tapi pengeremanya tetap akurat.

Performa

Mesin baru New Ninja 250 mengalami beberapa perubahan. Selain injeksi, Kawasaki juga memperbaiki flow ruang bakar. Blok silinder Almunium Cylinder Die-cast yang ringan juga diaplikasi. Filter oli di bagain bawah mesin juga lebih besar dan desain leher kenalpot yang beda dari versi sebelumnya.

Data dari brosur spesifikasi menunjukan kalau ada perubahan power. Tenaga Ninja baru lebih besar, naik dari 31,8 PS / 31,16 dk pada 11.000 rpm menjadi jadi 32 PS / 31,36 dk di 11.000 rpm.  Saat  gas dipelintir, power dan torsi pada rpm rendah mirip dengan versi sebelumnya, tidak terlalu galak.


Namun saat rpm mencapai 6.500-7.000 rpm terasa lebih powerfull. Top speed yang sempat diraih menjelang tikungan pertama sirkuit Sentul mencapai 158 km/jam. Coba treknya lebih panjang, motor yang mesinnya dibatasi limiter pada 13.000 rpm masih mau melaju lebih dari itu. Pasti eces tembus 160 km/jam nih!

Menariknya, getaran mesin tidak terlalu besar. Mungkin penambahan karet pada engine mounting New Ninja 250 ada pengaruhnya. Selain itu panas mesin yang menerpa kaki juga tidak sepanas Ninja 250R lama. Pasalnya motor ini menggunakan kipas radiator baru yang membuang hawa panas ke bawah. Tapi belum dicoba di kemacetan nih, jadi tidak bisa merasakan efeknya secara maksimal. (motorplus-online.com)

Spesifikasi
Tipe mesin : 4 langkah/Tak, Pendingin Air, Dua Buah Sejajar
Isi silinder : 249 cm3
Diameter x Langkah : 62.0 x 41.2 mm
Perbandingan kompresi : 11.3 : 1
Daya maksimum : 23.5 kW (32 PS) / 11.000 rpm
Torsi maksimum : 21.0 Nm {2.1 kgf m} /10.000 rpm
Sistem starter : Electric Starter
Katup Sistem : DOHC, 8 valves
Pengapian : Digital
Sistem bahan bakar : Fuel Injection System ( 28 mm x 2 ) dengan katup Throttle Ganda
Tipe Transmisi : 6-speed, return shift
Tipe rangka: tube diamond, stell
Suspensi depan: 37 mm telescopic fork
Suspensi belakang: Uni-Trak Sistem dengan Model Gas-Shock dan 5-tingkat penyetelan
Ban depan: 110/70-17 M/C (54S)
Ban belakang: 140/70-17 M/C (66S)
Rem depan: tunggal disc berdiameter 290 mm dengan kaliper dual-piston
Rem belakang: tunggal disc berdiameter 220 mm dengan kaliper dual-piston
Panjang x Lebar x Tinggi : 2.010  x 715 x  1.110 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.400 mm
Jarak ke Tanah : 785 mm
Kapasitas Bahan Bakar : 17 litres
Berat  Maksimum : 172 kg / 174 kg ( ABS model)

Wednesday, 8 August 2012

Bajaj Pulsar 200 NS Spesifikasi Bajaj Pulsar 200 NS, Tiga Busi Tembus 23,52 PS


Lahir dengan penampilan yang benar-benar beda, Bajaj Pulsar terbaru juga punya mesin anyar. Mengusung teknologi dari KTM Austria, tenaganya diklaim tembus 23,52 PS di 9.500 rpm dan torsinya 18,3 Nm pada 8.000 rpm. Yuk, lihat spesifikasinya!

Mesin yang kabarnya masih mirip dengan KTM Duke 200 ini memiliki satu silinder berpendingin air. Jadi sudah dilengkapi dengan radiator, cirinya di blok silindernya sudah tidak ada lagi sirip pendingin.

Tapi konstruksi kepala silindernya masih SOHC, sedang KTM Duke 200 sudah DOHC. Meski SOHC, punya empat klep dengan mekanisme pengoperasian mirip Yamaha V-Ixion. Satu rocker arm langsung mendorong dua klep sekaligus.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...